radarbanyuwangi.id - Kutu air dalam literatur medis disebut tinea pedis adalah infeksi jamur yang sangat sering menyerang area kaki, terutama pada sela-sela jari.
Kondisi ini menimbulkan rasa gatal hebat, kulit yang mengelupas, bahkan muncul lepuhan berisi cairan yang dapat pecah dan menyebabkan nyeri.
Meskipun tidak membahayakan jiwa, kutu air dapat tumbuh dengan pesat dan mengganggu kenyamanan berjalan maupun aktivitas harian jika dibiarkan tanpa penanganan.
Apa Penyebab Kutu Air?
Infeksi ini disebabkan oleh jamur dermatofita biasanya Trichophyton rubrum atau Trichophyton interdigitale yang tumbuh subur di lingkungan lembap dan hangat.
Kaki yang sering berkeringat, sepatu tertutup lama, atau kebiasaan berjalan tanpa alas di area umum (seperti kamar mandi atau kolam renang) menciptakan kondisi ideal bagi spora jamur beranak-pinak.
Penularan terjadi lewat kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau permukaan yang tercemar, misalnya handuk basah, lantai ubin, dan perlengkapan olahraga.
Gejala yang Muncul
- Tampilan klinis kutu air bervariasi tergantung tipe infeksinya, tetapi umumnya meliputi:
- Gatal Intens: Terutama di sela jari kaki.
- Kulit Memerah dan Bersisik: Area yang terinfeksi tampak kering dan retak-retak.
- Lepuhan Berisi Cairan: Bisa pecah, meninggalkan luka terbuka.
- Pengelupasan Kulit: Sering kali di telapak atau sisi kaki.
- Bau Kaki: Akibat pertumbuhan jamur dan kelembapan berlebih.
Tanpa penanganan, infeksi dapat menyebar ke kulit kuku (menyebabkan kuku rapuh atau warna kuku berubah) atau bahkan menjalar ke tangan jika sering menggaruk dan menyentuh area lain.
Tipe-Tipe Kutu Air
- Interdigital: Bentuk yang paling sering ditemukan, terjadi di antara jari kaki biasanya jari keempat dan kelima menyebabkan lecet dan retakan.
- Plantaris (Mokasin): Menyebar di telapak kaki dan tepi luar kaki, menimbulkan kulit tebal, bersisik, dan pecah-pecah.
- Vesikular: Ditandai oleh munculnya lepuhan berisi cairan kecil secara tiba-tiba, sering di telapak kaki.
- Ulseratif: Bentuk langka di mana lepuhan membentuk luka terbuka; berisiko terjadinya infeksi bakteri sekunder.
Cara Mengatasi Kutu Air
Penanganan bertujuan menumpas jamur dan mencegah kambuh:
- Antijamur Topikal: Krim atau semprotan yang mengandung klotrimazol, terbinafin, atau mikonazol.
- Antijamur Oral: Diberikan jika infeksi luas atau tak merespons obat oles, misalnya griseofulvin atau terbinafin oral.
- Kebersihan Kaki: Cuci kaki tiap hari dengan sabun antiseptik, keringkan benar khususnya di sela jari dan ganti kaus kaki setiap hari.
- Rotasi Sepatu: Hindari mengenakan sepatu sama dua hari berturut-turut agar udara dapat masuk dan mengeringkan kelembapan.
- Penggunaan Alas Kaki Umum: Selalu kenakan sandal atau sepatu di kamar mandi umum dan area kolam renang.
Selesaikan seluruh pengobatan, meski gejala sudah mereda, untuk memastikan jamur benar-benar hilang.
Mencegah Infeksi Ulang
- Pastikan kaki benar‑benar kering sebelum memakai kaus kaki dan sepatu.
- Pilih kaus kaki berbahan katun atau serat penyerap kelembapan.
- Gunakan bedak antijamur pada kaki dan area sepatu yang sering lembap.
- Jangan berbagi sepatu, kaus kaki, atau handuk dengan orang lain.
- Ventilasi rumah dan sepatu Anda untuk mengurangi kelembapan.
Kapan Perlu ke Dokter?
Kunjungi tenaga medis jika:
1. Gejala tidak membaik setelah 2 minggu pengobatan mandiri.
2. Infeksi meluas ke kuku atau ke tangan.
3. Anda memiliki kondisi medis yang melemahkan kekebalan tubuh, seperti diabetes, HIV, atau sedang menjalani kemoterapi.
Editor : Ali Sodiqin