RadarBanyuwangi.id - Perawatan kulit selama masa kehamilan adalah hal penting untuk menjaga kesehatan dan kepercayaan diri ibu. Namun, tidak semua produk kecantikan aman digunakan saat hamil.
Beberapa kandungan aktif dalam skincare ternyata berpotensi membahayakan perkembangan janin, baik secara langsung maupun melalui gangguan hormonal.
Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengenali dan menghindari bahan-bahan berikut demi keselamatan diri dan bayi dalam kandungan.
1. Retinol (Turunan Vitamin A)
Retinol dikenal efektif dalam mengatasi kerutan, jerawat, dan tanda penuaan. Namun, kandungan ini memiliki potensi memperlambat pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko kelainan bentuk bayi, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dalam jangka panjang.
2. Hydroquinone
Biasa digunakan untuk memudarkan flek dan mencerahkan kulit, hydroquinone dapat diserap tubuh dalam jumlah besar, mencapai hingga 45 persen.
Penyerapan ini berisiko menimbulkan cacat lahir, sehingga penggunaannya sangat tidak dianjurkan selama kehamilan.
3. BHA (Salicylic Acid)
Salicylic acid atau BHA, terutama dalam konsentrasi lebih dari 2 persen, bisa meningkatkan risiko gangguan perkembangan janin.
Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan cacat bawaan dan gangguan sistem saraf pada bayi.
4. Oxybenzone
Merupakan bahan aktif yang sering ditemukan dalam sunscreen kimia. Zat ini dapat mengganggu keseimbangan hormon ibu hamil dan berpotensi memengaruhi perkembangan sistem saraf janin secara negatif.
5. Benzoyl Peroxide
Kerap digunakan dalam produk perawatan jerawat, benzoyl peroxide memiliki risiko merusak sistem reproduksi dan menimbulkan kemungkinan kecacatan pada janin, terutama bila digunakan secara rutin.
6. Phthalate
Phthalate biasanya terdapat dalam parfum dan produk perawatan pribadi. Bahan ini dikenal sebagai pengganggu sistem endokrin, yang dapat berdampak buruk pada perkembangan organ dan hormon janin.
7. Paraben
Sebagai bahan pengawet, paraben banyak digunakan dalam kosmetik. Sayangnya, zat ini bisa mengganggu hormon ibu dan dikaitkan dengan penurunan berat badan bayi saat lahir, serta potensi risiko jangka panjang terhadap sistem kekebalan anak.
Masa kehamilan adalah periode yang memerlukan perhatian ekstra, termasuk dalam memilih produk perawatan kulit.
Konsultasikan penggunaan skincare dengan dokter atau dermatolog, dan pastikan produk yang digunakan memiliki label aman untuk ibu hamil. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi