radarbanyuwangi.id - Kunyit asam, atau jamu kunyit asam, adalah minuman herbal tradisional Indonesia yang telah dikenal sejak zaman kerajaan di Jawa.
Terbuat dari perpaduan kunyit dan asam jawa, minuman ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Kunyit asam berakar dari tradisi Jawa kuno, di mana penggunaan kunyit dan asam jawa dalam pengobatan tradisional telah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan besar di Jawa.
Minuman ini sering dikonsumsi oleh wanita, terutama selama masa menstruasi atau setelah melahirkan, karena dipercaya dapat membantu meredakan nyeri haid, membersihkan darah, dan memulihkan stamina setelah melahirkan.
Untuk membuat jamu kunyit asam, bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain:
1. 100 gram kunyit segar
2. 20 gram asam jawa
3. 30 gram gula merah
4. 500 ml air
5. Garam secukupnya
Kunyit diparut atau dihaluskan, kemudian direbus bersama air, asam jawa, gula merah, dan garam hingga mendidih. Setelah itu, disaring dan disajikan hangat atau dingin sesuai selera.
Kunyit asam memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain:
1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh: Kandungan kurkumin dalam kunyit dan asam amino esensial dalam asam jawa membantu meningkatkan sistem imun tubuh.
2. Meredakan Nyeri: Kurkumin memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri sendi dan nyeri haid.
3. Menurunkan Kadar Gula Darah: Kurkumin dapat meningkatkan produksi insulin dan membantu mengelola kadar gula darah, bermanfaat bagi penderita diabetes tipe-2.
4. Menjaga Kesehatan Tulang: Asam jawa kaya akan mineral seperti magnesium dan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang.
5. Menangkal Radikal Bebas: Kombinasi antioksidan dari kunyit dan asam jawa membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Di berbagai daerah di Indonesia, jamu kunyit asam dijual oleh penjual jamu keliling atau di pasar tradisional dengan harga berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per gelas.
Selain itu, minuman ini juga tersedia dalam bentuk kemasan botol dengan harga yang terjangkau. (*)
Editor : Ali Sodiqin