RADARBANYUWANGI.ID – Pemkab Banyuwangi tengah mempersiapkan transformasi besar terhadap layanan posyandu yang mencakup enam bidang utama, yaitu kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan, dan ketertiban di tengah masyarakat.
Rabu (30/4) Tim Pembina Posyandu Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi di aula eL Hotel dalam rangka penguatan 6 bidang pelayanan posyandu.
Rapat tersebut digelar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara lebih menyeluruh.
Pertemuan lanjutan dari kegiatan di Pendapa Sabha Swagatha Blambangan itu juga menghadirkan narasumber dari tingkat provinsi untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
Setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dari enam bidang tersebut diminta menjelaskan teknis pelayanan yang akan diterapkan di tingkat posyandu, baik di desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, dalam transformasi posyandu, bidang kesehatan menjadi salah satu sorotan utama.
Sebelumnya penanganan kesehatan di posyandu berjalan terpisah berdasarkan kelompok sasaran seperti balita, ibu hamil, remaja, dan lansia, sedangkan saat ini penanganan posyandu terintegrasi untuk semua usia.
”Petugas lapangan akan diberikan pelatihan bertahap agar mampu memberikan pelayanan komprehensif,” ujarnya.
Selain itu, Amir mengatakan, posyandu ke depan tidak hanya diisi oleh tenaga kesehatan, tetapi juga akan melibatkan unsur perlindungan masyarakat (linmas) dan menjadi bagian dari lembaga kemasyarakatan desa (LKD).
Posyandu kini diposisikan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dan penggerak partisipasi aktif warga di berbagai sektor pembangunan.
”Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta menciptakan pelayanan yang lebih efektif dan merata di seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Banyuwangi Anna Jazili Mujiono mengatakan, posyandu adalah ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa, maka sudah seharusnya apa yang dilakukan oleh organisasi tersebut benar-benar diaplikasikan untuk masyarakat.
”Saya berharap semua pihak yang terlibat dapat saling menguatkan agar layanan posyandu semakin baik ke depannya,” tutur istri Wakil Bupati (Wabup) Mujiono tersebut.
Anna juga optimistis dengan kerja sama dan sinergi yang kuat, posyandu bisa menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Apalagi, saat ini melalui lomba posyandu sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemerintah pusat mendorong peningkatan kualitas layanan.
”Ini menjadi tugas kita bersama dan saya mengajak semua pihak untuk memperkuat pelayanan demi kebaikan masyarakat,” pungkasnya. (fre/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin