Donat kerap disajikan dalam berbagai suasana. Mulai untuk acara hajatan, hantaran bagi orang terkasih, hingga menjadi camilan. Namun siapa sangka dibalik rasanya yang menggugah selera tersebut.
Donat menyimpan bom waktu yang bisa membahayakan bagi kesehatan. Ini tidak lepas dari kandungan kalori yang ada dalam donat cukup besat.
Satu buah donat saja mengandung kalori sebesar 150 hingga 350 kkal. Ini semua, tergantung dari jenis bahan, isi, dan taburan yang digunakan.
Dari donat yang mengandung 350 kkal, terdapat 56.5 gram karbohidrat, 9.4 gram protein, dan 10.4 gram lemak.
Tingginya kalori pada donat tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi terlalu sering dan dalam porsi besar.
Berikut beberapa potensi gangguan dari konsumsi donat secara berlebihan:
1. Bermasalah dengan berat badan
Terlalu banyak makan donat dapat meningkatkan berat badan. Ini disebabkan kandungan kalori yang tersimpan di donat yang cukup besar. Satu donat saja bisa mengandung kalori hingga 350 kkal atau setara dengan 1 buah mangkuk nasi putih.
2. Meningkatkan resiko diabetes
Toping yang ada dalam donat ternyata patut diwaspadai. Sebab bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes. Kandungan gula dalam donat paling tidak terdiri dari 5 sendok teh gula. Bahaya konsumsi donat setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes karena kandungan gula yang tinggi pada makanan ringan tersebut.
3. Berpotensi merusak gigi
Makan donat terlalu sering bisa mengikat gusi dan memproduksi asam. Bila tercampur dengan air liur, asam tersebut akan menyebabkan plak gigi. Bahaya makan donat secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan gigi.
4. Meningkatkan resiko penyakit jantung
Konsumsi satu donat bisa meningkakan angka maksimal asupan lemak trans yang diperbolehkan untuk tubuhorengan, keripik, makanan olahan, dan masih banyak lagi.
Konsumsi lemak trans yang terlalu banyak, termasuk donat dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah serta menaikkan risiko terkena penyakit jantung.(*)
Editor : Niklaas Andries