Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hadir di Banyuwangi, 2 Dokter RSIA Ferina Surabaya Beri Solusi Mengatasi Masalah Kesulitan Hamil Secara Tuntas

Niklaas Andries • Senin, 14 April 2025 | 03:59 WIB
SOLUTIF: Dua pemateri dari RSIA Ferira Surabay dipandu moderator dr Taufik Hidayat, MKes, Sp.And (K) FISQua di Hotel Aston banyuwangi
SOLUTIF: Dua pemateri dari RSIA Ferira Surabay dipandu moderator dr Taufik Hidayat, MKes, Sp.And (K) FISQua di Hotel Aston banyuwangi

Radarbanyuwangi.id – Kehadiran anak tidak hanya menjadi faktor pelengkap dari biduk rumah tangga. Anak bisa menjadi sarana untuk merekatkan hubungan suami istri yang ada didalamnya.

Tak jarang kehadiran si buah hati sangat dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah. Namun ada kalanya, keinginan tersebut bagi beberapa pasangan membutuhkan perjuangan dan doa.

Beberapa hal ternyata mampu membuat pasutri harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan momongan. Saat hal itu terjadi maka diperlukan solusi cerdas bagi pasangan suami istri untuk bisa menghadirkan buah hati sesegera mungkin dalam keluarga.

Hal itulah yang kemudian dibahas dalam Seminar Awam Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ferina Surabaya bertajuk Mengatasi Masalah Kesulitan Hamil Sampai Tuntas.

Ada dua pemateri yang dihadirkan yakni dr dr Ashon Sa’adi SP.OG (K) dan dr Aucky Histing Ph.D., SP.And (K) dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aston Banyuwangi Minggu (13/4) tersebut.

dr Aucky Hinting menjelaskan untuk melakukan program kehamilan harus tahu kondisi dan keadaan pasangannya. Tidak hanya suami, istri pun wajib tahu kondisi pasangannya dan begitu pula sebaliknya.

Disebutkannya, kalau pasutri yang menikah satu tahun, peluang kehamilannya mencapai minimal 80 persen. Sedangkan masuk tahun kedua persentasi kehamilannya menjadi 93 persen.

“Kalau nggak hamil pasti ada sesuatu. Inilah yang harus dicari. Lihat, jangan-jangan umurnya muda tapi cadangan telurnya rendah. Atau pernah operasi atau keluarganya ada monopause muda dan lain sebagainya,” bebernya.

dr Aucky menerangkan optimalisasi usaha kehamilan bisa satu atau dua tahun. Kalau lebih dari tiga tahun maka wajib diduga ada sesuatu yang menjadi penyebab tidak hamil.

Selain itu dr. Aucky menyarankan untuk wanita yang sudah mencapai usia diatas 35 tahun. Ada baiknya untuk melakukan check up secara rutin. Minimal 6 bulan sekali.

Sebab kalau usia terlalu tua diatas 40 misalnya bisa membuat kesempatan hamil semakin berkurang bahkan hilang.

Solusi yang ditawarkan untuk mempercepat proses kehamilan diantaranya dengan bayi tabung.

“Untuk proses bayi tabung cukup terjangkau. Kisarannya Rp 60 juta sampai Rp 80 juta untuk satu siklus,” kata dr Aucky

Sementara itu dr. Ashon Sa’adi mengatakan dipilihnya Banyuwangi sebagai tempat  mensosialisasikan solusi untuk mengatasi masalah kesuitan hamil bukan sekadar kebetulan.

Tim fertilitas RSIA Ferina telah berkeliling ke beberapa kota secara rutin. Disebutkannya Banyuwangi merupakan jembatan untuk mengedukasi informasi seputar solusi kehamilan seperti bayi tabung ke beberapa kota samping seperti Situbondo, Lumajang, dan Bondowoso.

Data menunjukkan kisaran tahun 2020-2024 ada 922 pasien di Banyuwangi  yang mengalami masalah kesuburan. Angka ini tertinggi kedua setelah Jember yang tercata ada 1.989 pasien.

Tim fertilitas Ferina relah menangani bayi tabung sejak 1990. Saat ini ada 12 tim dokter yang menangani berbagai masalah kesuitan kehamilan. Sampai akhir 2024, ada 19.308 proses dengan 43,4 persen kehamilan.

“Ini merupakan bagian penting untuk edukasi pasangan suami istri jangan terlambat dan memanfaatkan peluang untuk bisa memiliki buah hati,” ujarnya. (*)

Editor : Niklaas Andries
#hotel aston #situbondo #kesulitan hamil #Rumah Sakit Ibu dan Anak #lumajang #suami #RSIA Ferina Surabaya #Seminar #bondowoso #hamil #dokter #istri #banyuwangi #jember #rsia #pasutri