RADAR BANYUWANGI – Di bulan Ramadan ini, banyak ibu menyusui yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa.
Meskipun dalam ajaran Islam, ibu menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa, namun banyak yang tetap ingin menjalankan ibadah yang satu ini.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah berpuasa saat menyusui itu aman?
Dikutip dari halodoc.com, para ahli menyatakan bahwa ibu menyusui sebenarnya boleh berpuasa.
Asalkan memperhatikan asupan nutrisi, cairan, dan istirahat yang cukup.
Penelitian menunjukkan bahwa puasa tidak secara signifikan mempengaruhi produksi Air Susu Ibu (ASI), asalkan ibu menjaga pola makan yang baik.
Meskipun penelitian tentang puasa dan menyusui masih terbatas, beberapa studi menunjukkan bahwa komposisi nutrisi ASI ibu yang berpuasa tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan ibu yang tidak berpuasa.
Namun, ada penelitian yang menunjukkan bahwa puasa dapat mempengaruhi mikronutrien dalam ASI, seperti seng, kalium, dan magnesium, terutama jika asupan ibu menyusui kurang.
Oleh karena itu, ibu tidak perlu khawatir berpuasa akan mengurangi produksi ASI, tetapi perlu memperhatikan asupan gizi.
Bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa, berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:
- Pastikan untuk minum cukup air saat sahur dan berbuka. Ibu disarankan untuk mengonsumsi minimal 8 gelas air per hari, yang bisa dibagi menjadi 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas pada malam hari. Makanan yang kaya air, seperti sup dan buah-buahan, juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.
- Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi saat sahur, seperti sayuran hijau, telur, daging, dan kacang-kacangan. Makanan berserat juga penting untuk mencegah rasa lapar. Ibu juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan potasium, magnesium, dan seng.
- Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga stamina dan kualitas ASI. Ibu disarankan untuk tidur minimal 7 jam setiap malam dan dapat tidur siang selama 60 menit untuk menghindari kelelahan.
- Aktivitas fisik ringan di pagi atau sore hari dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Pilihlah olahraga yang tidak terlalu berat dan dilakukan di tempat yang sejuk.
Meskipun ibu menyusui boleh berpuasa, ada beberapa tanda peringatan yang perlu diwaspadai:
- Jika mengalami gejala seperti pusing, lemas, dan urine berwarna gelap, sebaiknya segera batalkan puasa dan minum cairan yang mengandung elektrolit.
- Jika berat badan bayi menurun atau jumlah popok basah berkurang, ibu perlu mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan puasa.
Dengan memperhatikan tips dan tanda peringatan ini, ibu menyusui dapat menjalani puasa dengan lebih aman dan nyaman.
Jika ada keraguan atau pertanyaan lebih lanjut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. (*)
Editor : Ali Sodiqin