RADAR BANYUWANGI – Banyak ibu menyusui yang merasa khawatir bahwa berpuasa di bulan Ramadan dapat mempengaruhi kandungan gizi dan produksi ASI.
Namun, para ahli menyatakan bahwa tubuh ibu menyusui dapat tetap memproduksi ASI dengan baik, meskipun sedang berpuasa.
Dikutip dari rsuddrsoedirman.kebumenkab.go.id, untuk membantu ibu menyusui menjalani puasa dengan lancar, berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:
- Konsumsi Makanan Bernutrisi: Ibu menyusui disarankan untuk menjalankan pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan bervariasi saat sahur dan berbuka.
- Banyak Minum Air Putih: Sementara orang dewasa umumnya disarankan untuk minum 8 gelas air per hari, ibu menyusui yang berpuasa sebaiknya meningkatkan asupan cairan menjadi minimal 10 gelas per hari untuk menjaga hidrasi.
- Minum Susu Ibu Menyusui: Mengonsumsi susu khusus untuk ibu menyusui satu jam setelah berbuka puasa dapat meningkatkan kualitas produksi ASI dan memenuhi kebutuhan nutrisi.
- ASI Booster: Mengonsumsi ASI booster yang mengandung vitamin dapat membantu menjaga kualitas dan produksi ASI selama berpuasa.
- Waktu Tidur yang Cukup: Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga stamina selama puasa. Tidur yang baik juga dapat membantu menjaga kesehatan mental ibu.
- Pijat Payudara di Malam Hari: Melakukan pijat payudara sebelum tidur dapat membantu tubuh merasa lebih rileks dan mendukung produksi ASI.
- Memerah ASI: Memerah ASI sebelum tidur dan setelah sahur, diawali dengan kompres dan pijat pada payudara, dapat meningkatkan produksi ASI.
- Makan Buah yang Mengandung Air: Mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan air, seperti semangka dan jeruk, dapat membantu menstimulasi produksi ASI.
Kapan Ibu Menyusui Harus Berhenti Puasa?
Ibu menyusui perlu mempertimbangkan untuk berhenti berpuasa jika:
- Menyusui Bayi di Bawah 6 Bulan: Pada usia ini, bayi hanya mengandalkan ASI. Jika ibu merasa khawatir tentang kecukupan ASI, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
- Dehidrasi Berat: Jika mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti mulut dan bibir kering, sangat haus, urine berwarna gelap, sakit kepala, kelelahan, dan badan lemas, segera batalkan puasa.
Jika ibu masih merasa khawatir tentang jumlah dan kandungan nutrisi ASI yang cukup untuk bayi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat.
Dengan mengikuti tips ini, ibu menyusui dapat menjalani puasa dengan lebih aman dan nyaman, sambil tetap menjaga kesehatan dan kebutuhan nutrisi bagi diri sendiri dan bayi. (*)
Editor : Ali Sodiqin