RadarBanyuwangi.id – Diabetes melitus (kencing manis), salah satu penyakit kronis akibat gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi.
Ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah, disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein akibat gangguan insulin.
Vice Director Medic RSU Bhakti Husada, dr Billardi Atmanegara mengatakan, diabetes melitus dibagi dua. Ada diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.
Secara umum, penderita memiliki gejala sering haus, lapar, sering buang air kecil di malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, luka sulit sembuh, gatal pada kulit atau muncul prurigo.
“Gejala diabetes biasanya berkembang secara bertahap, kecuali diabetes tipe 1 yang gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba,” katanya.
Menurut dr Bilardi, tes gula darah mutlak dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 dan 2. Metode pemeriksaan gula darah, itu tes gula darah sewaktu.
Ini untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Tes ini tidak mengharuskan pasien berpuasa. Jika hasil tes gula darah menunjukkan 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.
“Yang lain tes gula darah puasa, ini bertujuan mengukur kadar glukosa darah pada saat pasien berpuasa. Pasien akan diminta berpuasa selama delapan jam sebelum menjalani tes,” terangnya.
Bila mendapati gejala diabetes, segera periksa ke dokter atau pelayanan kesehatan agar dapat terdeteksi dan ditangani secara dini.
Atau konsultasi dengan dokter di RSU Bhakti Husada Krikilan dengan dr Adi Mulyono SpPD setiap Senin dan Jumat siang, Selasa – Kamis pagi.
Atau bisa ke dr Fitri Primadiani SpPD setiap Senin – Jumat sore. Informasi lebih lanjut hubungi CS 081243843100, IGD RSU Bhakti Husada Krikilan, (0333) 821118 atau Poli Spesialis Rawat Jalan 085234126828. (abi)
Editor : Ali Sodiqin