Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasien Membeludak, Pengobatan Sinshe Acong di Masjid Cheng Ho Diperpanjang

Redaksi • Sabtu, 16 November 2024 | 18:27 WIB
MENGOBATI: Sinshe Acong melakukan terapi rendam es kepada salah satu pasien di kompleks Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi, Jumat (15/11).
MENGOBATI: Sinshe Acong melakukan terapi rendam es kepada salah satu pasien di kompleks Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi, Jumat (15/11).

RadarBanyuwangi.id - Pasien yang berobat ke Sinshe Acong di Masjid Haji Muhammad Cheng Ho Banyuwangi semakin membeludak.

Melihat besarnya antusiasme warga, pengasuh Masjid Cheng Ho, Kadapi Kadiso, memutuskan untuk memperpanjang jadwal pengobatan sampai sepekan ke depan.

Sedianya panitia akan menutup pengobatan gratis ini pada Sabtu besok (16/11). Namun, melihat animo masyarakat cukup tinggi, pengobatan diperpanjang sampai Jumat mendatang (22/11).

Kuota maksimal 50 pasien yang dilayani per hari selalu melebihi kapasitas sehingga pasien terpaksa dilayani di hari selanjutnya.

”Selain dikenal mujarab, pengobatan ini digelar tanpa tarif. Pasien yang mendapat pengobatan hanya perlu memberi angpao seikhlasnya,” kata Kadapi.

Lebih lanjut, Kadapi mengatakan, safari pengobatan terapi anmo dari Tiongkok ini digelar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

”Masyarakat kadang ingin berobat, tetapi terhambat oleh biaya,” ujarnya.

Safari pengobatan bersama Sinshe Acong ini terbuka untuk umum. Masyarakat yang ingin berobat bisa langsung mendaftar di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo.

”Sebenarnya, pengobatan ini selesai sampai Sabtu (16/11), ternyata masyarakat Banyuwangi banyak yang membutuhkan sehingga waktunya diperpanjang,” jelas Kadapi.

Pengobatan gratis dibuka setiap hari, mulai pukul 08.00 sampai 17.00. Waktu yang dibutuhkan untuk menangani pasien berkisar antara 20 menit sampai satu jam per orang. Pengobatan bisa dibuka sampai pukul 22.00 atau sampai habisnya kuota.

Sinshe Acong melayani berbagai penyakit mata antara lain katarak, rabun jauh, rabun dekat, silinder, kerusakan mata akibat radiasi, dan gagal operasi karena katarak. Selain itu, Sinshe Acong juga dapat menyembuhkan penyakit telinga seperti kurangnya pendengaran dan telinga berdengung.

Sinshe Acong juga melayani penyembuhan penyakit saraf dan persendian seperti saraf kejepit, sakit pada bahu, leher, lutut, kaki, dan lain-lain. Namun, tidak melayani pengobatan penyakit stroke dan parkinson.

”Bagi masyarakat yang ingin mendapat pelayanan pengobatan bisa mendaftar langsung di lokasi, yakni di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi atau menghubungi 081361711062. Kalau ingin lihat-lihat bagaimana pengobatannya bisa tengok TikTok shinse.acong.offic,” kata Acong.

Sementara itu, khusus di hari Jumat kemarin (15/11) diadakan rendam kaki dan tangan pakai es batu. Tujuannya adalah untuk memperlancar peredaran darah.

”Hari ini (kemarin) puasa, jadi hanya melakukan terapi rendam es batu sampai pukul 16.00,” jelas Acong.

Pengobatan Sinshe Acong menggunakan tenaga dalam yang dia dapat melalui pendekatannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Biasanya menggunakan kuas yang digerakkan dan diarahkan ke pasien.

”Seperti media kuas yang saya gunakan, alat ini hanya perantara penyaluran energi spiritual ke pasien untuk pengobatan,” ungkap Acong.

Acong menjelaskan, selain menggunakan media kuas, dirinya juga menggunakan daun sirih sebagai media pengobatan.

Sebab, daun sirih merupakan daun dengan kasta paling tinggi sehingga mempermudah untuk meminta kesembuhan kepada Yang Maha Kuasa.

”Menempelkan daun sirih ke titik yang terasa sakit, lalu berdoa kepada Sang Pencipta agar lekas diberi kesembuhan,” jelasnya.

Acong berharap, ke depannya dia bisa terus mengobati masyarakat yang membutuhkan dengan pengobatan tradisional yang murah, tapi tidak murahan.

”Saya akan keliling ke beberapa Masjid Cheng Hoo se-Indonesia, seperti yang berada di Batam, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, saya juga akan keliling ke kelenteng dan gereja,” akunya.

Dengan pengobatan tradisional seperti ini, banyak yang sudah merasakan perubahan setelah diterapi. Memang tidak bisa langsung sembuh total, tetapi secara bertahap.

 Seperti penyakit katarak, proses pengobatannya dilakukan dua atau tiga kali sampai sembuh. ”Tergantung pada penyakitnya, ketika ringan maka proses penyembuhannya cepat,” kata Acong.

Susanto, salah satu pasien mengeluhkan sering kesemutan dan merasa pegal di bagian pundak. Setelah mengikuti terapi rendam es, dia mengaku badannya terasa lebih enteng.

”Umur sudah tua seperti ini, bisa beraktivitas dengan lancar, sudah Alhamdulillah,” ujar pria berusia 69 asal Kelurahan Kampung Mandar.

Pasien lain, Slamet, 74, warga Kelurahan Kertosari, mengaku sering kesemutan dan mudah lelah saat berjalan.

”Namanya orang tua, pasti fungsi dari anggota badan banyak yang berkurang. Tapi harus tetap berusaha untuk sehat. Setelah diobati Sinshe Acong lebih enak dari sebelumnya,” ungkapnya.

Pasien lainnya, Ucik mengatakan bahwa kemarin dia mengikuti pengobatan Sinshe Acong karena matanya terasa kabur untuk melihat.

Setelah diobati dia merasakan banyak perubahan, penglihatannya menjadi lebih jelas. Sekarang (kemarin) penasaran ingin mengikuti terapi rendam es batu.

”Rasanya waktu direndam ngilu di kaki dan tangan, tapi setelah itu badan terasa lebih enteng,” ungkapnya.

Hal senada dilontarkan Tri Cahyono, warga KelurahanTaman Baru. Dia mengaku peredaran darahnya kurang lancar. Seperti mati rasa pada kedua kakinya.

”Setelah mengikuti terapi perendaman, rasanya lebih enteng dan enak di badan,” kata pria berusia 58 tahun tersebut. (cw3/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#cheng hoo #tabib #gratis #masjid #angpao #banyuwangi #ikhlas #Sinsen #pengobatan alternatif