RadarBanyuwangi.id – Serangan penyakit gondongan kepada anak-anak di Banyuwangi semakin meluas.
Selama 8 bulan, ratusan anak di wilayah Puskesmas Kembiritan, Kecamatan Genteng, diserang oleh penyakit yang disebabkan oleh virus paramyxovirus itu.
Penyakit ini juga ditemukan di wilayah Puskesmas Kalibaru, tapi jumlahnya masih bisa dikendalikan.
”Penyebaran penyakit gondong di wilayah Kecamatan Genteng cukup pesat,” ungkap Kepala Puskesmas Kembiritan, Kecamatan Genteng, Aris Prasetyo.
Menurut Aris, sejak Maret hingga Oktober 2024 tercatat ada 171 kasus gondongan. Lonjakan penderita penyakit ini juga cukup drastis.
”Pada Agustus ada 46 kasus, sedang September ditemukan 70 kasus,” jelasnya.
Menurut Aris, penyakit gondong menyebar dengan cepat karena kepadatan penduduk wilayah Kecamatan Genteng, terutama di Desa Kembiritan dan Desa Genteng Wetan cukup tinggi. ”Itu memudahkan transmisi virus antar-individu,” katanya.
Virus gondongan menyerang kelenjar ludah. Gejala penyakit ini meliputi demam, sakit kepala, dan pembengkakan di sekitar telinga.
Penyebaran virus berlangsung melalui droplet atau air liur yang terpapar di udara. ”Penyakit ini menyerang anak-anak usia lima sampai 10 tahun,” ujar Aris.
Faktor lingkungan seperti musim kemarau juga memperparah situasi. Anak-anak yang kekurangan cairan, lebih rentan terserang penyakit ini karena daya tahan tubuhnya menurun.
”Dehidrasi menjadi salah satu faktor utama anak-anak mudah tertular,” ungkap Aris.
Bocah yang terkena penyakit gondong juga ditemukan di Puskesmas Kalibaru. Hanya saja, di tempat ini relatif lebih terkendali. Selama September ditemukan satu kasus, dan Oktober 2024 ada dua kasus.
”Di Kalibaru lebih baik karena jumlah penduduknya tidak terlalu padat,” sebut Aris Prasetyo yang juga Plt Kepala Puskesmas Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru.
Aris menyebut, penanganan penyakit ini tidak memerlukan obat khusus, tapi cukup dengan istirahat dan isolasi mandiri di rumah.
Masa inkubasi virus ini sekitar empat hingga delapan hari, dan umumnya sembuh sendiri dalam tempo delapan hingga 10 hari.
”Kami hanya memberikan obat antinyeri dan penurun panas sebagai penanganan gejala,” jelasnya.
Aris meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap penularan gondongan.
Menghindari kerumunan dan menjaga kebersihan menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran penyakit gondong.
”Kuncinya kebersihan dan menjaga jarak, terutama saat anak-anak terjangkit,” tandasnya. (rei/abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin