RadarBanyuwangi.id - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi menggelar konferensi kesehatan internasional alias international health conference pada 2-3 Oktober lalu.
Acara yang berlangsung secara hibrida (hybrid) tersebut mengangkat tema ”Health Transformation based on Holistic Care Collaboration: an Advanced Indonesia”.
Peserta mengikuti konferensi secara luring (offline) di Auditorium GBK Stikes Banyuwangi. Sedangkan secara daring (online), peserta mengikuti konferensi melalui Zoom Meeting.
Sebanyak tujuh narasumber dari empat negara dihadirkan pada konferensi kali ini. Di antaranya Dr Hanim Istatik B. MSi sebagai keynote speaker dari Stikes Banyuwangi, Dr Mohd. Shahezwan Abd. Wahab dari University Teknologi Mara Malaysia, dan Asdren Zajmi PhD dari Management and Science University Malaysia.
Selain itu, Lai Wei Shu PhD dari National Cheng Kung University Taiwan, Leonard Ivan T. Melana RN MAN PhD dari IFUGAO State University Philippines juga dihadirkan sebagai narasumber.
Bukan itu saja, hadir pula sebagai narasumber Prof Dr Ir Ahmad Sulaeman MS PhD dari IPB dan Qorinah Estiningtyas SA SST MKeb PhD dari Universitas Padjajaran Indonesia.
Indah Christiana SST MKes MKeb selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan dibagi menjadi sesi webinar pada hari pertama dan full online pada hari kedua untuk oral and poster presentation.
Peserta seminar nyaris mencapai seribu orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri, termasuk melibatkan mahasiswa Stikes Banyuwangi.
”Mayoritas adalah tenaga kesehatan karena memang kegiatan ini juga terintegrasi dengan Plataran Sehat, sehingga mendapat sertifikat 5 SKP dari Kemenkes. Kegiatan ini juga menggandeng Stikes Rustida sebagai co-host,” ucap Indah yang mantan kepala Prodi D3 Kebidanan itu.
Indah menambahkan, Stikes juga bekerja sama dengan beragam jurnal kesehatan. Jurnal itu akan dipilih oleh peserta yang akan memublikasikan artikel ilmiah yang dipresentasikan.
”Untuk oral dan posternya nanti akan dipublikasikan pada jurnal yang dipilih. Bahkan, saat mereka melakukan presentasi ada reviewer sesuai rumpun ilmunya dan dilombakan untuk meraih terbaik 1, 2, dan 3,” imbuhnya
Sementara itu, Ketua Stikes Banyuwangi DR H Soekardjo mengapresiasi terlaksananya event internasional tersebut.
Baginya ini adalah kegiatan yang perlu dikembangkan karena membantu mewadahi dosen atau pun mahasiswa yang memiliki hasil luaran dari penelitian yang pernah dilakukan.
”Selain memberikan edukasi, semoga kegiatan ini bisa terselenggara kembali untuk memotivasi dosen maupun mahasiswa lebih berinovasi dalam melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya. (*/sgt/c1)
Editor : Lugas Rumpakaadi