Radarbanyuwangi.id - Gerakan imunisasi mencegah kanker serviks, rubella, dan campak Selasa (3/9) menyasar di sejumlah sekolah. Salah satunya di SDN 4 Penganjuran dengan memberikan imunisasi kepada 302 siswa.
Namanya anak-anak, begitu melihat jarum suntik langsung heboh. Ada yang menangis hingga sembunyi di bawah meja belajar.
Vaksinasi kanker serviks (kanker mulut rahim), campak, dan rubella dilakukan oleh Dinas Kesehatan Banyuwangi dengan mengajak petugas puskesmas terdekat.
Imunisasi MR (measles and rubella vaccine) diberikan untuk mencegah virus campak dan rubella. Sedangkan imunisasi human papillomavirus (HPV) untuk pencegahan kanker serviks.
Peserta imunisasi adalah siswa kelas I, kelas V, dan kelas VI. Sebanyak 151 siswa kelas I mendapatkan imunisasi MR. Sedangkan 80 siswi kelas V dan 71 siswi kelas VI mendapatkan imunisasi HPV.
”Pencegahan penyakit campak dan rubella menggunakan imunisasi MR yang diberikan kepada siswa kelas I. Sedangkan siswi kelas V dan VI mendapat vaksin HPV sebagai pencegahan kanker serviks,” ujar Plt Kepala SDN 4 Penganjuran Dosi Yudha Priangga.
Sebelum vaksinasi dilakukan, ada rangkaian pemeriksaan untuk melihat kondisi para siswa. Bagi siswa yang kondisinya kurang fit tidak bisa ikut vaksinasi, tapi akan diganti di lain waktu setelah sehat.
”Yang tidak divaksin hari ini bisa vaksin lagi lain waktu ke puskesmas. Beberapa memang ada yang sakit seperti demam dan batuk. Jadi, tidak bisa ikut,” jelas Dosi.
Bagi wali murid yang tidak berkenan anaknya divaksin, sekolah dan puskesmas menyediakan form surat pernyataan. Dengan demikian, vaksinasi MR dan HPV tidak wajib bagi semua siswa.
”Setelah divaksin, siswa kelas I bisa langsung pulang. Kalau kelas V dan VI dilihat dulu, kalau ada gejala KIPI bisa dipulangkan. Kami juga ikut memantau kondisi siswa,” terang Dosi.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, program vaksinasi ini menjadi salah satu prioritas Kementerian Kesehatan, termasuk menyasar ke sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan. Vaksin MR untuk siswa kelas I dan HRV untuk siswi kelas V dan kelas VI SD.
Ditanya mengenai temuan kasus kanker serviks di Banyuwangi, Amir menyebut jumlahnya tidak terlalu banyak. Dinkes dibantu salah satu lembaga secara masif melakukan skrining kepada masyarakat yang berpotensi terkena kanker serviks.
”Langkah imunisasi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus virus campak maupun kanker serviks,” tegasnya. (aif/c1)
Editor : Niklaas Andries