Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Festival Posyandu Kreatif Hari Kedua Bincang Sehat Narasumber Nasional

Ayu Lestari • Rabu, 14 Agustus 2024 | 13:52 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat menyapa para peserta bincang sehat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat menyapa para peserta bincang sehat.

RadarBanyuwangi.id - Festival posyandu kreatif hari ke dua yang mengusung tema Sehat Kini dan Nanti (Sehati) berlangsung meriah di Pendapa Sabha Swagata.

Hadirnya dua narasumber inspiratif yakni artis nasional Tasya Kamila dan dr Adaningar Primadi, turut memeriahkan acara yang dihadiri para kader posyandu hingga ribuan remaja putri tingkat SMP dan SMA sederajat. 

Acara ini juga dirangkai dengan Gerakan Serentak Aksi Bergizi 2024 yang diikuti oleh seluruh SMP dan SMA sederajat di masing-masing sekolah.

Kegiatan ini diawali dengan senam bersama dilanjut dengan Minum Tablet Tambah Darah secara serentak yang dipandu langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mujiono, serta pemberian kuis seputar anemia dan pembagian doorprize.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Banyuwangi Mujiono yang hadir mewakili Bupati Ipuk Fiestiandani mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Dengan adanya festival posyandu kreatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan bagi semua usia mulai dari ibu hamil dan nifas, bayi-balita dan anak prasekolah, anka usia sekolah dan remaja, usia produktif, hingga lansia 

"Pemerintah tidak bisa mengatasi permasalahan kesehatan sendiri. Akan tetapi diperlukan adanya kerjasama lintas sektor, dinas kesehatam, rumah sakit puskesmas serta melibatkan kader posyandu untuk memberikan edukasi kesehatan sampai dengan unit terkecil di masyarakat" ujarnya. 

Dengan adanya festival posyandu kreatif tersebut, harapannya konsistensi untuk hidup sehat lebih dipertahankan.

Pihaknya menjelaskan, anggaran yang tersedia tidak hanya berasal dari APBD atau APBN.

Akan tetapi dana desa juga bisa digunakan mengedukasi masyarakat untuk jemput bola layanan kesehatan. 

"Sehingga masyarakat diyakinkan untuk lebih sering melakukan check kesehatan di posyandu yang tentunya dapat memberikan manfaat pecegahan masalah kesehatan sejak dini," kata Mujiono. 

Kegiatan ini juga diapresiasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya.

Prof.Dr.dr.Erwin Astha Triono,SP.PD-KPTI,FINASIM menyampaikan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat perlu dibina dan dikembangkan sehingga menjadi wadah pelayanan kesehatan yang nyaman dan kreatif bagi masyarakat.

Festival Posyandu Kreatif ini dapat dijadikan momentum untuk membangun sistem kolaborasi agar membawa dampak yang berkesinambungan.

Selaku bintang tamu, Tasya Kamila yang hadir menyapa para audiens memberikan berbagai tips dan sharing ilmu terkait pola hidup sehat mulai dari anak-anak hingga sekarang menjadi ibu rumah tangga yang memiliki dua anak.

Menurutnya, meski memiliki berbagai aktifitas padat mulai dari shooting, menyanyi, hingga presenter di waktu remaja tetap di dasari dengan basic perilaku mengkonsumsi makanan sehat. 

"Untuk adik-adik yang masih remaja tolong jangan tinggalkan sarapan, minimal pagi rebus telur untuk protein. Simple tapi bermanfaat," ujarnya. 

"Melalui adanya festival posyandu ini menurut saya salah satu langkah yang sangat inovatif sebagai bentuk pemberian informasi kepada masyarakat bahwa posyandu tidak lagi hanya melayani balita. Tentu posyandu kini telah mengalami perkembangan, sehingga kedepan masyarakat juga lebih semangat untuk memanfaatkan layanan kesehatan," ungkap Tasya.

Hal serupa juga disampaikan oleh pemateri ke dua, dr Adaninggar Primadi turut menyampaikan materi inspiratif mengenai permasalahan remaja, gejala anemia, hingga dampak anemia pada remaja. 

"Oleh karenanya perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan utamanya remaja untuk mencegah anemia. Gejala anemia yang biasanya dikenal lemah, letih, lesu, lunglai itu sebagian kecil. Gejala beratnya biasanya disertai dengan kelelahan berkepanjangan, detak jantung yang cepat, hingga gangguan fungsi organ," jelasnya.

Selain edukasi tentang masalah anemia yang marak ditengah remaja putri dr ningz juga menyampaikan beberapa permasalahan remaja putri lain.

Seperti gizi, kebersihan diri dan aktifitas fisik, kesehatan mental, napza, dan kesehatan reproduksi. 

"Harapnnya setelah materi disampaikan remaja putri jauh lebih aware dan sangat menperhatikan konsumsi makanan dan aktifitas fisik yang lebih produktif. Itu langkah awal untuk meningkatkan taraf kesehatan dan meningkatkan perbaikan hidup dimasa mendatang," ucap dr Ningz.

Pada akhir kegiatan diberikan penghargaan kepada pemenang lomba yang telah diselenggarakan bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Banyuwangi.

Diantaranya yaitu Lomba Posyandu Berprestasi, Kader Berprestasi, PHBS-LBS, dan Pemanfaatan Pekarangan.

Selain itu juga dilaksanakan penyerahan hadiah bagi Lomba Kreasi Jingle dan Lomba Operet serta Pameran Layanan Posyandu Siklus Hidup. (tar)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Festival Posyandu Kreatif #Pendapa Sabha Swagata #banyuwangi