Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pengabdian Masyarakat Dosen dan Mahasiswa FK UNAIR di Puskesmas Benculuk Banyuwangi: Tangani Stunting Melalui Pendekatan co Production

Dedy Jumhardiyanto • Senin, 12 Agustus 2024 | 05:44 WIB

PENGABDIAN: Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unair Sofia Al farizi SKeb Bd M.Kes bersama Kepala Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring Hj Tatiek Setyaningsih SST M Kes saat membuka penanganan stunting
PENGABDIAN: Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unair Sofia Al farizi SKeb Bd M.Kes bersama Kepala Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring Hj Tatiek Setyaningsih SST M Kes saat membuka penanganan stunting
Radarbanyuwangi.id - Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia. Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) ingin angka stunting turun. Salah satu caranya, melakukan pengabdian masyarakat di Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Ketua tim Pengabdian Masyarakat Unair, Sofia Al farizi, S Keb Bd MKes mengatakan, pengabdian masyarakat ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dikerjakan oleh civitas akademika Unair. Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring dipilih karena masih ditemukan anak dan balita stunting cukup tinggi.

“Untuk sasarannya keluarga yang memiliki bayi stunting di lima desa di wilayah kerja Puskesmas Benculuk, yakni Desa Benculuk, Cluring, Tamanagung, Sraten, dan Sarimulyo,” katanya.

Pengabdian yang dilakukan selama tiga bulan ini, terang dia, mahasiswi dan dosen pembimbing dari Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Unair akan terjun langsung dalam mengatasi balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Benculuk.

Ia berharap, pengabdian masyarakat yang dilakukan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam permasalahan stunting.

“Kami hadir untuk memberikan edukasi, pelatihan dalam penanganan permasalahan stunting, dan segera melakukan tindakan-tindakan yang efektif dan efisien untuk menyelesaikannya,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Benculuk, Hj Tatiek Setyaningsih SST MKes berterimakasih atas peran serta Prodi Kebidanan FK Unair yang terlibat dalam penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Benculuk. “Stunting ini memang persoalan yang harus ditangani secara bersama-sama,” ujarnya.

Angka balita stunting pada 2022 di wilayah kerja Puskesmas Benculuk, terang dia, mencapai 377 balita. Kemudian turun 225 balita pada 2023, dan pada 2024 ini turun lagi menjadi 137 balita. “Kita terus berupaya maksimal, hasilnya angka stunting juga berkurang,” cteusnya.

Tatiek menyampaikan masyarakat tidak perlu minder, karena stunting bukan hal memalukan, Tumbuh kembangnya anak memang tidak sama, dan semua ikut andil dalam melakukan penanganan.

Puskesmas Benculuk juga telah menciptakan inovasi program Anting Emas Top atau Antisipasi Stunting Dimasa Emas Tumbuh Optimal.

“Kami gali permasalahan, kemudian kami aksi dengan penyuluhan, edukasi, hingga demo menyusui dan pemberian makanan tambahan. Pembagian bibit katu untuk dibuat makanan varian pendamping ibu hamil dan menyusui. Kami berharap di wilayah kerja Puskesmas Benculuk zero stunting,” pungkasnya.(ddy/abi)

Editor : Niklaas Andries
#benculuk #universitas airlangga #dosen #fakultas kedokteran (fk) #Unair #cluring #mahasiswa #banyuwangi #stunting #puskesmas #edukasi