Radarbanyuwangi.id - Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menjalani tes HIV/AIDS Minggu (21/7). Setidaknya, ada 25 WBP yang menjalani konseling dan tes sukarela HIV/AIDS tersebut.
Satu per satu warga binaan didaftar dan kemudian menjalani voluntary counseling and testing (VCT). Pemeriksaan dilakukan oleh petugas kesehatan lapas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi. Dari hasil pengambilan sampel darah, tidak ditemukan adanya WBP yang terjangkit virus HIV/AIDS.
Kepala Lapas Banyuwangi Agus Wahono mengatakan, pelaksanaan VCT untuk mendeteksi risiko penularan penyakit human immunodeficiency virus (HIV).
Selain itu, juga untuk menyosialisasikan bahaya bila terjangkit HIV/AIDS. ”Semua WBP menjalani tes HIV/AIDS. Alhamdulillah, semuanya negatif,” katanya.Baca Juga: Coklit Rampung, KPU Banyuwangi Siap-Siap Susun DPS: Pastikan Hak Pilih Warga Tersalurkan Pada Pilkada Serentak 2024
Agus menjelaskan, sebelum dilakukan tes skrining HIV, semua WBP mendapay penyuluhan terkait penyakit HIV/AIDS.
Dimulai dari cara penularan virus hingga bahaya jika penyakit ketika menjangkit ke tubuh. ”Kita diberikan sosialisasi cara mencegah agar tidak sampai tertular virus HIV/AIDS,” tuturnya.
Agus menambahkan, deteksi dini sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah ada WBP yang terjangkit HIV/AIDS.
Selain skrining, pihaknya juga melakukan tes kesehatan bagi WBP secara berkala. ”Kami selalu mengontrol dan mengawasi kesehatan setiap WBP agar tetap merasa aman dan terjamin kesehatannya selama menjalani masa pidana,” tegasnya. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries