Radarbanyuwangi.id – Bila merasakan suhu udara malam hari lebih dingin dari biasanya. Boleh jadi menjadi sinyal dan tanda kehadiran fenomena alam yang disebut dengan bediding.
Bediding boleh dibilang musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Bediding sendiri merupakan istilah dari serapan dari bahasa Jawa: bedhidhing. Dapat dipahami jika istilah ini ditemukan dalam bahasa Jawa mengingat fenomena ini memang berlaku di pulau Jawa.
Istilah ini ditemukan dalam bahasa Jawa, mengingat fenomena ini memang berlaku di Pulau Jawa. Bediding merupakan fenomena di mana suhu udara terasa sangat dingin, terutama pada malam hari hingga pagi hari. Ini terjadi apabila musim beralih dari penghujan ke kemarau.
Fenomena ini biasa terjadi di Pulau Jawa hingga ke Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terletak di selatan garis khatulistiwa. Saat bediding melanda, maka suhu di malam hingga pagi hari akan terasa sangat dingin, namun terasa panas terik saat siang hari.
Kejadian tersebut merupakan fenomena alam biasa. Menurunnya suhu merupakan hal yang wajar terjadi saat memasuki awal musim kemarau. Yaitu, periode Juni hingga Juli. Saat siang, udaranya terasa panas dan malam terasa dingin sekali disertai angin.
Hal itu ditunjukkan adanya pergerakan angin dari timur, yaitu Australia menuju Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. Benua Australia pada bulan ini sedang mengalami musim dingin. Karena itu, tekanan udara relatif tinggi di Australia dan mengakibatkan massa udara menuju Indonesia.
Sedikitnya awan dan curah hujan pada malam hari di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara juga berpengaruh. Sebab, tidak adanya air dan uap air mengakibatkan permukaan bumi lebih cepat melepaskan panas.
Namun, panas tidak bisa tersimpan di atmosfer sehingga permukaan bumi jadi semakin dingin. Perbedaan tekanan udara antara selatan dan utara khatulistiwa berakibat pada perubahan suhu menjadi lebih dingin di beberapa wilayah yang ada di Indonesia khususnya seperti Banyuwangi saat ini.
Untuk mensiasati kondisi tersebut, maka perlu melakukan persiapan secara fisik maupun lingkungan hidup yang sehat. Fenomena bediding biasanya juga ditandai dengan kurang pasokan air akibat musim kemarau. Hal ini bisa berimbas pada menurunnya imunitas tubuh seseorang.
Biasanya hal ini akan ditandari dengan ragam gangguan Kesehatan seperti diare, infeksi saluran pernapasan, flu atau pilek, hingga muntaber. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk bisa bertahan di fenomena bediding ini.
Diantaranya dengan menjaga asupan makanan sehat sempurna untuk membantu pencernaan lebih baik. Selain itu perlu juga memperbanyak konsumsi air putih untuk meningkatkan cairan tubuh.
Tidak kalah penting perhatikan pola tidur jangan sampai kelelahan. Disarankan juga mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kenakan pakaian hangat karena dapat mempengaruhi kondisi tubuh saat diluar terutama saat malam hari. (*)
Editor : Niklaas Andries