RadarBanyuwangi.id – Tanaman kratom saat ini tengah ramai diperbincangkan di Indonesia.
Terutama setelah Presiden Jokowi meminta sejumlah lembaga negara untuk mendalami potensi yang ada pada daun kratom.
Tanaman kratom bernama latin mitragyna speciosa merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara yang masih satu family dengan tanaman rubiacea atau kopi-kopian.
Kratom banyak tumbuh di Indonesia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Papua Nugini.
Pohon kratom secara normal tumbuh dengan ketinggian sekitar 4-9 meter. Namun ada pula yang melaporkan tingginya bisa mencapai 15-30 meter.
Daun kratom disebut-sebut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.
Seperti bisa meredakan nyeri otot, meningkatkan libido, mengatasi diare, menambah stamina, meredakan depresi, hingga kecemasan.
Berdasarkan hasil identifikasi Pusat Laboratorium Narkoba BNN pada 2019, dan Kajian Kratom, Asep Gana Suganda, Sekolah Farmasi ITB pada 2019; kratom mengandung senyawa mitragyna dan 7-hidroksi mitragyna.
Kratom juga mengandung alkaloid yang mempunyai efek stimulan dan pada dosis tinggi mempunyai efek sedative-narkotika.
Pada kadar tertentu, daun kratom juga memiliki efek serupa dengan kokain dan morfin.
Bahkan, UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) memasukkan kratom sebagai salah satu jenis NPS (New Psychoactive Substances) sejak tahun 2013. (*)
Editor : Ali Sodiqin