Pada Maret, tercatat ada 14 kasus DBD dengan pasien anak di RSUD Blambangan. Sedangkan pada bulan April angkanya meningkat hingga mencapai 31 kasus. Dibanding jumlah penderita dewasa, jumlah penderita DBD di kalangan anak terlihat lebih tinggi.
Dokter Spesialis Anak RSUD Blambangan dr Sri Redjeki mengatakan, jumlah pasien anak di beberapa rumah sakit untuk kasus DBD memang mengalami peningkatan. Termasuk di RSUD Blambangan tempatnya bertugas.
Saking banyaknya, beberapa kali ruangan sempat penuh dengan pasien DBD. ”Peningkatan cukup tinggi di RSUD Blambangan, PKU Muhammadiyah, dan di RS Fatimah juga,” ungkap Sri.
Peningkatan jumlah pasien DBD mulai terlihat jelang Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, saking khawatirnya dengan kondisi beberapa pasien, Sri mengaku terus standby agar bisa menangani pasien-pasien DBD yang dirawat.
”Kami update terus datanya, memang terjadi peningkatan. Beberapa pasien datang dalam kondisi syok. Kondisinya sudah pucat lemas. Kami berupaya terus melakukan penanganan, banyak juga yang sudah membaik dan kami izinkan pulang,” tegas Sri. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries