Fogging akan dilakukan di lingkungan SMPN 1 Banyuwangi. Pengasapan dilakukan sebagai langkah untuk memutus penyebaran DBD di lingkungan sekolah.
”Kami sudah berkoordinasi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan Banyuwangi untuk dilakukan fogging di lingkungan sekolah,” ujar Sodiq.
Sodiq menyebut, upaya antisipasi sebenarnya sudah dilakukan oleh pihak sekolah dengan menggunakan abate di setiap kamar mandi.
”Kami juga sudah dapat cairan abate yang sudah dimanfaatkan,” katanya.
Kamar mandi di sekolah juga rutin dikuras karena berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, pihak sekolah telah mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
”Kami sudah menabur bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air (TPA) serta menggunakan obat nyamuk, mengatur cahaya lewat ventilasi,” ungkap Sodiq.
Terkait meninggalnya siswa kelas 7D, Sodiq menyebut, pihak sekolah telah memberikan sedikit taliasih kepada keluarganya. Tali asih tersebut diharapkan bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
”Kami sudah takziah ke rumah duka. Namun, keluarga tidak menjelaskan penyakit yang diderita Rafa,” tandasnya. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries