Selama sepekan kasus infeksi virus dengue mengalami kenaikan hingga 134 kasus. Pekan sebelumnya tercatat ada 1.109 kasus, terdiri demam berdarah dengue (DBD) dan demam dengue (DD).
Lonjakan kasus infeksi dengue terlihat jelas di Kecamatan Srono. Jumlah kasusnya masih paling banyak yakni mencapai 132 kasus.
Padahal, sebelumnya hanya 122 kasus. Meski begitu, terjadi penurunan kasus di Kecamatan Muncar yang sebelumnya mencapai 114 kasus, kini hanya 98 kasus. Ada penurunan 16 kasus.
”Jumlah tersebut merupakan update terbaru kasus hingga kemarin (29/4), di mana jumlah temuan infeksi virus dengue sudah mencapai 1.243,” ujar Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2), Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Andriyani Hamzah.
Andriyani mengatakan, temuan infeksi dengue terus mengalami peningkatan. Hampir setiap hari ada temuan kasus baru. ”Temuan kasus baru lebih banyak dibandingkan yang sembuh,” katanya.
Meski begitu, lanjut Andriyani, beberapa penderita sudah sembuh. Sehingga, ada beberapa kecamatan yang mengalami penurunan kasus. ”Ada beberapa penderita dengue sembuh, selama fase 2–3 minggu,” ungkapnya.
Andriyani mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi peningkatan kasus infeksi virus dengue.
”Kami terus lakukan upaya pencegahan, dengan melakukan gerakan pembersihan tempat-tempat berkembangbiaknya nyamuk atau biasa disebut gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk),” jelasnya.
Andriyani berharap, masyarakat ikut berperan serta membantu Pemkab Banyuwangi dalam upaya memutus penyebaran virus dengue.
”Mari semua masyarakat harus terlibat dengan ikut melakukan gerakan PSN sehingga tidak ada lagi korban DBD,” imbaunya. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries