Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sebaran Kasus Penyakit Demam Berdarah di Kabupaten Banyuwangi per 24 April 2024, Cek Disini Selengkapnya

Niklaas Andries • Kamis, 25 April 2024 | 17:30 WIB

 

WASPADA: Serangan nyamuk Aedes Agepthy mulai harus diwaspadai
WASPADA: Serangan nyamuk Aedes Agepthy mulai harus diwaspadai

Radarbanyuwangi.id - Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir di Banyuwangi. Selain melakukan upaya pencegahan, warga juga diimbau segera memeriksakan diri atau keluarga apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD.

Di wilayah Kota Banyuwangi, upaya pencegahan penyakit yang disebabkan serangan nyamuk Aedes aegypti itu dilakukan oleh lintas elemen. Termasuk kalangan pendidik.

Sejumlah guru mengimbau orang tua melalui paguyuban wali murid agar membekali atau membalurkan lotion anti nyamuk sebelum anaknya berangkat ke sekolah.

Dinkes Banyuwangi mencatat, total kasus infeksi virus dengue di Banyuwangi mencapai 1.025 kasus. Virus dengue ini menjadi penyebab tiga penyakit yakni demam dengue (DD), DBD, serta dengue shock syndrom (DSS).

Berikut sebaran data penyakit demam berdarah (DBD) selengkapnya :

Update Kasus Infeksi Virus Dengue

Demama Berdarah Dengue (DBD): 194 kasus

Demama Dengue (DD): 915 kasus

Kematian: 4 orang

Total Kasus Infeksi Virus Dengue: 1.109

Peringkat Kasus

  1. Srono ( 122 kasus, DBD 21 penderita)
  2. Muncar (94 kasus, DBD 20 penderita, 1 orang meninggal)
  3. Rogojampi (66 kasus, DBD 9 penderita)
  4. Tegaldlimo (65 kasus, DBD 12 penderita)
  5. Blimbingsari (64 kasus, DBD 11 penderita)
  6. Bangorejo (63 kasus, DBD 15 penderita, 1 orang meninggal)
  7. Sempu (55 kasus, DBD 17 penderita)
  8. Gambiran (52 kasus, DBD 6 penderita, 1 orang meninggal)
  9. Banyuwangi (48 kasus, DBD 4 penderita)
  10. Cluring (48 kasus, DBD 11 penderita)
  11. Genteng (48 kasus, DBD 8 penderita, 1 Orang meninggal)
  12. Purwoharjo (45 kasus, DBD 8 penderita)
  13. Kabat (44 kasus, DBD 7 penderita)
  14. Wongsorejo (38 kasus, DBD 9 penderita)
  15. Tegalsari (38 kasus, DBD 6 penderita)
  16. Glenmore (31 kasus, DBD 5 penderita)
  17. Songgon (30 kasus, DBD 6 penderita)
  18. Siliragung (29 kasus, DBD 4 penderita)
  19. Pesanggaran (24 kasus, DBD 2 penderita)
  20. Kalipuro (21 kasus, DBD 2 penderita)
  21. Singojuruh (21 kasus, DBD 4 penderita)
  22. Kalibaru (20 kasus, DBD 3 penderita)
  23. Licin (16 kasus, DBD 0 penderita)
  24. Glagah (14 kasus, DBD 2 penderita)
  25. Giri (11 kasus, DBD 2 penderita)
Editor : Niklaas Andries
#Dengue #dbd #demam berdarah dengue (DBD) #gejala #Infeksi Virus #aedes aedypti #wali murid #kabupaten banyuwangi #Dengue Shock Syndrome (DSS) #banyuwangi #Demam Dengue (DD)