RadarBanyuwangi.id – Demam berdarah dengue (DBD) mengganas di Banyuwangi. Terhitung sejak bulan Januari hingga sekarang, jumlah warga yang terjangkit DBD mencapai 1.025 orang. Empat di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Jumlah 1.025 kasus tersebut merupakan angka kumulatif temuan kasus DBD dan DD (demam dengue).
Laporan tersebut terhitung sejak Januari hingga Senin (22/4).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, kasus DBD lebih tinggi dibanding chikungunya.
Kasus DBD hampir tersebar merata di seluruh wilayah Banyuwangi.
”Sepanjang Januari hingga kemarin (22/4) ada 1.025 kasus, sedang kematian ada empat kasus,” sebutnya.
Pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran DBD karena sudah masuk kasus luar biasa (KLB).
Baca Juga: BPN Banyuwangi Perkuat Sinergi, Percepat Reforma Agraria
Di antaranya dengan menggiatkan gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) secara serentak di seluruh wilayah.
”Kami sudah meminta seluruh puskesmas meningkatkan gerakan PSN serta memantau gejala yang ada untuk langsung dilakukan rapid test,” ungkap Amir.
Pasien yang terjangkit DBD memiliki ciri-ciri yang bisa dideteksi. Gejala awalnya mata memerah, sakit kepala, lemas, dan nyeri otot.
”Penderita biasanya mengalami nyeri otot hingga seperti lumpuh dan sulit bergerak,” jelas Amir.
Dia menyebut, penderita DBD bisa sembuh dalam jangka waktu 1–2 minggu. Namun, harus ada pengobatan untuk memulihkan staminanya.
”Masyarakat yang merasakan gejala awal bisa langsung melapor untuk bisa segera ditindaklanjuti dan mendapatkan pengobatan secara optimal,” pungkas Amir. (rio/aif/c1)
Editor : Salis Ali Muhyidin