Bahkan, 9 orang di antaranya dinyatakan positif terjangkit penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada tim di lapangan untuk melakukan rapid test (tes cepat) terhadap warga yang dilaporkan sebagai suspect chikungunya.
Hasilnya, sebanyak 9 dari 12 orang tersebut dinyatakan positif.
Amir pun memastikan semua warga yang terjangkit penyakit chikungunya sudah ditangani dengan baik oleh pihak puskesmas dan Dinkes.
Mereka juga terus dipantau dan diberikan pengobatan agar benar-benar sembuh.
Amir menuturkan, gejala chikungunya mirip dengan demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Namun, chikungunya memiliki ciri khusus. Manusia yang terpapar virus ini akan mengalami demam dengan nyeri di persendian seperti kelumpuhan.
Kabar baiknya, penyakit chikungunya tidak menyebabkan kematian. ”Tidak seperti deman berdarah yang bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.
Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, berbagai upaya telah dilakukan pihak Dinkes bersama warga. Amir mangatakan, warga sudah diminta melakukan kerja bakti secara serentak untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Kerja bakti harus dilakukan secara serentak oleh seluruh warga. Puskesmas juga sudah membagikan abate kepada warga untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.
Amir menegaskan, upaya pencegahan penyakit ini sama dengan pencegahan demam berdarah. Yakni dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
”Kami juga sudah memberikan edukasi kepada warga bahwa penyakit ini cukup berbahaya. Penularannya dari nyamuk, bukan dari manusianya,” pungkasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries