Sedang testis itu kelenjar berbentuk seperti telur yang dilindungi kantung skrotum.
Testis berguna membuat hormon testosteron pengontrol gairah seks, menunjang pertumbuhan otot, tulang, dan rambut.
Tumbuhnya benjolan abnormal pada organ ini, bisa memengaruhi kinerja testis.
“Tumor testis itu salah satu masalah kesehatan yang rentan menyerang remaja pria berusia 15 sampai orang dewasa berumur 49 tahun,” kata dokter spesialis urologi RSUD Genteng, dr Yulian Salis Patriawan SpU.
Menurut dr Yulian, testis itu sepasang organ reproduksi pria berbentuk oval yang terlindungi kantong skrotum.
Ada beberapa gejala tumor testis yang perlu diketahui, dan harus diwaspadai. “Para remaja perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
Gejala itu, terang dia, teraba benjolan atau pembengkakan pada salah satu sisi testis, skrotum atau kantong testis tiba-tiba membengkak, testis atau skrotum terasa berat dan tidak nyeri, testis, selangkangan, atau perut bagian bawah terasa tidak nyaman.
“Tumbuhnya benjolan abnormal di organ reproduksi pria ini biasanya hanya muncul di salah satu sisi testis.” terangnya.
Untuk meningkatkan kewaspadaan pada masalah kesehatan ini, jelas dia, kenali beberapa penyebab tumor testis, diantaranya tumor testis terjadi ketika ada sel-sel yang tumbuh tidak terkendali.
“Untuk penyebab secara pasti, ini belum diketahui,” cetusnya.
Hanya saja, lanjut dia, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko pria terkena penyakit ini.
Di antaranya mutasi gen, faktor genetik atau keturunan, atau kelainan testis bawaan lahir seperti kriptorkismus.
“Tidak ada cara mencegah tumor testis. Tapi penyakit ini bisa diobati apabila penyakit dideteksi sejak dini,” jelasnya.
dr Yulian meminta pria pastikan yang merasakan gejala tumor testis atau mendapati perubahan kondisi organ reproduksinya secara tiba-tiba, segera berkonsultasi ke dokter spesialis urologi. “Bisa dating ke RSUD Genteng,” katanya.(abi)
Editor : Niklaas Andries