Bau mulut atau halitosis merupakan salah satu hal yang sering dikeluhkan saat berpuasa.
Bau mulut tak sedap saat puasa tentu saja menimbulkan rasa tidak percaya diri, apalagi saat berbicara dengan orang lain. Akhirnya, aktivitas sehari-hari juga dapat terganggu.
drg. Rusydi Zein menjelaskan, penyebab bau mulut saat puasa yaitu adanya sisa-sisa makanan yang masih tertinggal.
Selain itu, lalai atau tidak menyikat gigi usai santap sahur juga mengakibatkan mulut berbau tidak sedap. "Kenapa mulut bau (saat puasa)?
Karena, pasti ada sisa-sisa makanan yang masih tertinggal di dalam mulut kita,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, sisa makanan tersebut juga dapat tersangkut pada lidah. Sehingga menyebabkan bau mulut dan napas tak segar.
Sisa-sisa makanan itu umumnya tersangkut di antara papila atau tonjolan-tonjolan pada permukaan lidah. Sisa makanan itu juga sering mengumpul di lidah.
‘’Pada saat itulah, terkadang kita merasa gigi sudah bersih, tapi kok tetap bau. Ya itu, karena sisa makanan di lidah," ujar Rusydi.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mengatasi bau mulut saat puasa: Pertama, minum air putih dua hingga tiga liter per hari pada waktu berbuka hingga sahur.
Kedua, gosok gigi dan lidah setelah makan dan sebelum tidur. Selain itu, kumur-kumur sebelum salat. Ketiga, Menghindari makanan yang berbau tajam, seperti petai, bawang mentah, terasi, hingga durian.
Keempat, hindari merokok saat berbuka dan sahur. Kelima, hindari tidur terlalu lama. Hal ini akan memicu bau mulut yang tidak sedap.
Apabila ingin berkonsultasi terkait kesehatan gigi mulut secara langsung, silakan datang ke Poliklinik Gigi RSUD Blambangan Banyuwangi. (*/bay)
Editor : Niklaas Andries