Radarbanyuwangi.id – Meninggalnya Toriyama, komikus sekaligus dan kreator anime Dragon Ball, menyisakan duka bagi penggemarnya.
Karya yang meninggal pada usia 68 tahun ini punya banyak penggemar di penjuru dunia bahkan Indonesia.
Di Indonesia sendiri karyanya tidak hanya sebatas komik. Film anime Dragon Ball yang ditayangkan di,layar kaca juga tidak pernah sepi pemirsa.
Beberapa tokoh didalam film ini pun sudah familiar di kalangan anak anak bahkan usia dewasa yang juga menggandrungi serial anime ini.
Toriyama meninggal usia mengidap subdural hematoma akut. Penyakit apa sih ini?
Dilansir dari halaman Halodoc, penyakit ini adalah jenis pendarahan yang terjadi di dalam tengkorak kepala tetapi di luar jaringan otak yang sebenarnya.
Otak punya tiga lapisan membran atau penutup yang terletak di antara tulang tengkorak dan jaringan otak yang sebenarnya.
Seseorang yang mengalami hematoma subdural mengalami robekan pada pembuluh darah.
Yang paling sering vena dan darah bocor keluar dari pembuluh yang robek ke ruang di bawah lapisan membran dura mater.
Ruang ini disebut ruang subdural karena berada di bawah dura. Perdarahan ke dalam ruang ini disebut perdarahan subdural.
Penyakit ini bisa dialami oleh siapapun yang mengalami cedera kepala parah. Pada kasus hematoma subdural kronis terjadi secara bertahap setelah cedera kepala ringan.
Kasus ini lebih sering dialami diantaranya oleh mereka yang sudah lansia Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko hematoma subdural, seperti: bertambahnya usia, alkohol, hingga memakai obat pengencer darah. (*)
Editor : Niklaas Andries