Fenomena ini seolah tampak saat buka puasa tiba. Minuman cenderung banyak dipilih lebih dulu untuk membatalkan rangkaian ibadah puasa yang dilaksanakan setelah seharian penuh.
Untuk mendukung kelancaran dan kenyaman selama berpuasa, kecukupan akan cairan yang tersedia dalam tubuh juga menentukan.
Ini disebabkan kebutuhan cairan setiap orang tidak sama. Total untuk perempuan dianjurkan mengkonsumi air 1,6 liter per hari.
Sedangkan untuk laki laki dibutuhkan sedikitnya dua liter cairan per harinya.
Selain bersumber dari apa yang diminum. Cairan yang diperoleh tubuh juga bisa diperokeh dari asupan makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Sumber cairan dari makanan bisa diperoleh dari sayuran maupun buah buahan.
“Jadi jangan tinggalkan menu makanan mengandung serat selama sahur dan berbuka,” saran dr Finda Ferdiana.
Sedangkan dari sumber air, seseorang dituntut jeli dalam mengkonsumsi minuman yang dikonsumsinya. Kombinasinya bisa menenggak air satu gelas saat berbuka, satu gelas setelah Magrib.
Sisanya bisa dilakukan sesudah tarawih, dan saat sahur.
Perlu diingat, kehilangan cairan juga bisa disebabkan saat buang air kecil dan besar, berkeringat, maupun bernafas.
Kenali gejala kekurangan cairan untuk mengontrol kondisi tubuh terhadap asupan cairan selama puasa.
Air putih tanpa gula menjadi hal yang sangat direkomendasikan saat berpuasa. Air bebas kalori ini bisa mengatasi haus selama jam puasa.
Manfaat lainnya, kadar cairan dalam tubuh terjaga dan pencernaan lebih sehat.
Hindari softdrink dan minuman mengandung kalori tinggi. Sebab minuman ini justru membuat rasa haus datang lebih cepat. (nic)
Editor : Niklaas Andries