Sejumlah tetangga masih banyak yang berkunjung ke rumahnya untuk melihat ibu dua anak yang baru menjalani operasi di RSUD Genteng pada Jumat (23/2).
“Saya tahu ada tumuo di perut pada tahun 2019,” kata Sumiati.
Menurut Sumiati, saat itu Sumiati ingin berangkat ke Taiwan untuk mencari penghasilan lebih.
Untuk berangkat ke luar negeri, harus melakukan pengecekan kesehatan.
“Saat cek kesehatan itu tahu ada penyakit ini (tumor kista),” ujarnya, Rabu (28/2).
Sumiati mengaku mendapat kabar dari pihak sponsor ada masalah pada hasil pengecekan kesehatan. Mendengar informasi tersebut,
Sumiati segera menuju RS Al Huda Gambiran untuk mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan tubuhnya.
“Ukuran tumor di perut saya waktu itu (tahun 2019) sekitar 14 centimeter,” terangnya.
Meski ada tumor di dalam perutnya, Sumiati mengaku tidak merasakan sakit atau gejala lainnya.
Oleh karena itu, dia tidak melakukan tindakan lanjutan terhadap kesehatannya.
“Saya tidak merasa sakit sama sekali, jadi saya biarkan saja,” katanya.
Selama hampir lima tahun, perut Sumiati kian membesar dan keras.
Bentuk perut Sumiati membuncit seperti perempuan yang sedang hamil sembilan bulan.
“Perut saya besar sekali, seakan-akan saya mengandung anak kembar,” kekehnya.
Dengan ukuran perut yang semakin membesar itu, Sumiati tetap melakukan aktivitas seperti biasanya.
Bahkan, sebelum dibawa ke RSUD Genteng akibat rasa sakit yang dirasakan. Sumiati masih kuat mencari rumput untuk 21 ekor kambingnya.
“Perut saya memang membesar, tapi tidak sakit. Jadi saya masih ngramban (mencari rumput) buat pakan kambing saya,” ucapnya.
Hingga pada Jumat (23/2) lalu, Sumiati dilarikan ke rumah sakit akibat rasa sakit di perut yang dirasakan.
Istri Sugito, 62, ini oleh pihak RSUD Genteng diputuskan harus menjalani operasi.
“Awalnya masih takut, tapi ada dorongan dari keluarga untuk berani operasi. Takutnya, semakin parah tumor di perut saya ini,” katanya.
Setelah perutnya kembali pada kondisi semula karena telah menjalani operasi.
Sumiati mengaku sudah tidak memiliki keinginan untuk pergi ke Taiwan.
“Sudah tua, tidak ingin balik lagi ke sana (Taiwan),” katanya.
Operasi pengangkatan giant tumor kista yang dilakukan tim bedah RSUD Genteng dengan pasien Sumiati pada Jumat (23/2) berjalan lancar.
Hasil operasi, ukuran giant tumor kista yang berhasil diangkat mencapai 25 centimeter kali 25 centimeter dengan berat 7,1 kilogram.
“Itu tumor terbesar yang sampai saat ini berhasil kami tangani,” kata Direktur RSUD Genteng, dr Hj Siti Asiyah Angraeni MMRS FISQua.(rei/abi)
Editor : Niklaas Andries