Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nggak Bahaya Tah, Inilah 6 Gangguan Kesehatan yang Mengancam Timses-Peserta hingga Penyelenggara Pemilu 2024

Niklaas Andries • Rabu, 14 Februari 2024 | 19:53 WIB

KESEHATAN MENTAL: Konseling dan pemeriksaan kesehatan dengan petugas di rumah sakit atau puskesmas dapat meredakan gelaja gangguan kesehatan yang muncul.
KESEHATAN MENTAL: Konseling dan pemeriksaan kesehatan dengan petugas di rumah sakit atau puskesmas dapat meredakan gelaja gangguan kesehatan yang muncul.
Radarbanyuwangi.id – Pemilihan umum (pemilu) menjadi salah satu metode penjaringan kepemimpinan secara demokratis. Namun dibalik pelaksanaanya rupanya juga dibayangi oleh potensi gangguan kesehatan bagi seluruh komponen yang turut serta didalamnya. Tidak hanya mereka yang berkompetisi dalam pemilihan seperti caleg atau atau lainnya.

Tetapi juga mereka yang secara nota bener sebagai penyelenggara bahkan partisan dalam pesta demokrasi ini juga bisa mengalaminya. Tim sukses calon, petugas KPPS, anggota KPU, panitia pemilihan Kecamatan (KPU), petugas TPS sebagai garda terdepan juga rawan terkena gangguan kesehatan. Lah kok bisa.

Antusiasme petugas penyelenggara dan kontestan pemilu dalam mengikuti perkembangan dinamika politik saat ini terutama menjelang pelaksanaan dan sesudahnya bisa menyerang sisi psikis dan fisik mereka  Berikut adalah potensi gangguan kesehatan yang berpotensi muncul saat pesta demokrasi ini menurut  dr Setyo Medika, dokter pada Puskesmas Licin Banyuwangi :

1. Masalah Kesehatan Mental

Beban kerja yang berat dan ekspektasi yang tinggi bisa membuat tubuh rentan terhadap kecemasan, depresi, dan stres. Stres yang berkepanjangan bisa menyebabkan dampak negatif pada kesehatan mereka. Misalnya, gangguan tidur, peningkatan tekanan darah, dan masalah pencernaan.

Fenomena ini bisa muncul lebih tinggi selama periode pemilu. Kutipan informasi yang kontroversial, perdebatan yang memanas, serta ketidakpastian tentang masa depan negara dapat menyebabkan gangguan mental dan kecemasan pada banyak orang.

Untuk menjaga kesehatan mental, petugas dan timses harus mengenali tanda-tanda stres yang berlebihan sehingga dapat mencari dukungan dari orang-orang terdekat atau profesional kesehatan mental. Untuk mengatasi hal ini, perhatian yang tepat terhadap kesehatan mental sangat penting. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres dan kecemasan antara lain Menyisihkan waktu untuk bersantai dan melakukan aktivitas hobi yang menyenangkan.

Langkah lainnya dengan berbagi pengalaman dan pikiran dengan keluarga, teman terdekat atau profesional dibidang kesehatan mental. Bisa juga melakukan olahraga secara teratur, karena olahraga membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesehatan mental, mengikuti pola makan seimbang yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti serat, vitamin, dan mineral,

Mendengarkan hal  yang menenangkan, seperti musik klasik atau mendengarkan lantunan ayat suci serta berserahdiri pada tuhan yang maha kuasa.

2. Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular meliputi penyakit seperti stroke, hipertensi dan penyakit jantung kororer. Tingginya tekanan atau stres pekerjaan, kurangnya istirahat dan tidur yang cukup, makan makanan yang tidak sehat seperti makanan cepat saji atau makanan instan yang tinggi lemak dan gula. Ditambah  kebiasaan merokok dan kurang aktivitas fisik menyebabkan  peningkatan risiko terkena penyakit-penyakit ini.

Penting bagi petugas maupun peserta pemilu untuk menjaga kesehatannya dengan mengelola stres, mendapatkan istirahat yang cukup, makan makanan sehat, beraktivitas fisik secara teratur, dan menjadwalkan pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin. Dengan langkah-langkah pencegahan tersebut, mereka yang terlibat dalam pemilu dapat melaksanakan tugas mereka secara optimal dan sekaligus menjaga kesehatan sendiri.

3. Insomnia dan Gangguan Tidur

Selama masa pemilu, aktifitas padat memakasa terjaga hingga larut malam untuk mengikuti perkembangan politik. Hal ini dapat mengganggu pola tidur dan menyebabkan insomnia, gangguan tidur, serta kelelahan yang berkepanjangan. Akibatnya, produktivitas kerja menurun dan tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk menjaga kualitas tidur yang baik. Cara yang bisa dilakukan antara lain membuat jadwal tidur yang teratur dan konsisten,  Hindari mengonsumsi kafein dan minuman berenergi beberapa jam sebelum tidur.

Hindari penggunaan gadget atau ponsel di tempat tidur, karena sinar biru dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur tidur. Ada baiknya juga melakukan relaksasi sebelum tidur, seperti mandi air hangat atau meditasi.

4. Penyakit Pernapasan

Selama pemilu, tidak hanya petugas seperti KPPS dan tim Sukses akan menghabiskan banyak waktu di TPS. Tetapi masyarakat umum yang penasaran dengan hasil pemilu juga turut memforsir tenaganya untuk melihat hasil pemilu. Gangguan pernafasan bisa jadi gangguan saat lokasi seperti TPS tidak memiliki sistem ventilasi yang baik.

Terutama di wilayah yang padat penduduk, debu, polusi dan asap rokok bisa berdampak buruk pada saluran pernapasan. Ancaman penyakit seperti flu, batuk, dan radang tenggorokan bisa menjadi masalah umum.

Untuk mencegah penyakit pernapasan, petugas terkait dapat memakai masker pelindung ketika berada di TPS. Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C seperti buah-buahan dan menjaga kebersihan tubuh juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

5. Gangguan Pencernaan

Dalam menjalankan tugasnya, ada kecendrungan tidak memiliki waktu yang cukup untuk makan secara teratur atau sehat. Tuntutan waktu, mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak sehat terkadang menjadi Solusi instan. Bahkan banyak yang sengaja melewatkan makanan utama karena tugas yang menyita waktu.

Agar terhindar dari gangguan pencernaan, petugas harus menjaga pola makan yang sehat dan teratur. Ada baiknya membawa bekal makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, dan makanan yang rendah lemak. Hindari makanan pedas atau berlemak yang bisa menyebabkan gangguan pada lambung juga sangat penting.

6. Kekurangan Cairan

Proses pemilu yang panjang dan melelahkan berpotensi memunculkan gejala kekurangan cairan. Terutama bagi yang berada di TPS dengan cuaca yang panas dan lembap. Resiko dehidrasi menjadi lebih tinggi. Kekurangan cairan dapat menyebabkan penurunan energi, pusing, dan kelelahan.

Agar tidak mengalami kekurangan cairan, petugas di TPS harus selalu membawa air minum dan senantiasa menjaga kecukupan konsumsi cairan setidaknya 2 liter perhari.

Penting bagi mereka yang ikut berpartisipasi aktif dalam pemilu untuk memperhatikan kesehatan  sebelum pemilu maupun saat hari pelaksanaan agar dapat menjalankan tugas tersebut dengan optimal. Menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat perlu dikedepankan. Dengan menjaga keseimbangan, menerapkan pola hidup sehat, dan mencari dukungan yang tepat, dapat menjaga kesehatan  dan melaksanakan tugas dengan baik pada saat pemilu.

 

Editor : Niklaas Andries
#jantung #koroner #cairan #tidur #Liter #pencernaan #hipertensi #pemilu #tps #cepat saji #Pernafasan #Stroke #kardiovaskular #gula #mental #insomnia #imsonia