Dampak stres yang berkepanjangan bisa memberikan dampak negatif. Tidak hanya bagi orang lain tetapi juga diri sendiri.
Potensi munculnya gangguan kesehatan juga besar. Stres berkepanjangan berpotensi menurunkan sistem kekebalan tubuh.
Imbasnya beberapa penyakit bisa hinggap pada seseorang yang mengalami stres ini. Untuk keluar dari tekanan stres, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan.
“Salah satunya curhat atau keluarkan uneg uneg,” beber Yulianah salah seorang psikolog Banyuwangi.
Memendam perasaan terlalu dalam bisa berakibat stres. Dengan curhat setidaknya bisa mengurangi beban dan akan membuat perasaan jauh lebih baik.
Ditambahkan, sebenarnya yang bisa membahagiakan atau membuat rasa tenang tentunya berasal dari dalam sendiri.
Semua stres berasal dari pikiran yang memang cenderung dipaksakan. Karenanya perlunya curhat, selain bisa mengurai pikiran juga bisa untuk menfapatkan beberapa alternatif solusi.
Hanya saja dipesankannya, jangan lupa untuk pilih teman curhat yang tepat.
Selain curhat, Yulianah juga menyarankan untuk rajin berolahraga. Cukup olahraga sederhana seperti jalan, bersepeda atau yoga bisa mengurangi dampak dari stres tadi.
Bagi yang memiliki hobi atau kegemaran tidak ada salahnya untuk mencoba. Memancing misalnya bisa dilakukan untuk meredakan stres.
Atau beberapa kegemaran atau hobi lainnya seperti memasak, nonton film, dan lainnya bisa menjadi sarana untuk pelunturan stres.
Disarankan juga menjaga kualitas tidur. Makan makanan yang sehat dan seimbang bisa menopang diri keluar dari stres.
Tidak kalah penting jalani hidup dengan tenang. “Hiduplah dimasa sekarang lupakan eskpetasi negatif,” sarannya. (*)
Editor : Niklaas Andries