Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Mulai Gelar Vaksin Polio Serentak, Sasar 174.237 Anak Usia Dini

Ayu Lestari • Selasa, 16 Januari 2024 | 20:27 WIB
PENCEGAHAN: Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Banyuwangi Arief Setiawan didampingi Plt. Kepala Dinkes Amir Hidayat memberikan vaksinasi polio tetes kepada salah satu anak di Mojopanggung, Giri.
PENCEGAHAN: Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Banyuwangi Arief Setiawan didampingi Plt. Kepala Dinkes Amir Hidayat memberikan vaksinasi polio tetes kepada salah satu anak di Mojopanggung, Giri.

RadarBanyuwangi.id – Temuan kasus polio di sejumlah daerah di tanah air, mendapat atensi serius Pemkab Banyuwangi.

Pemerintah kabupaten the Sunrise of Java menggelar vaksinasi polio masal di berbagai pelosok Bumi Blambangan.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah sasaran kegiatan Sub Pekan Imunisasi Polio (PIN Polio) tersebut mencapai 174.237 anak usia 0 sampai 7 tahun.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, vaksinasi ini amanah dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI untuk kembali menggencarkan vaksinasi polio di daerah kasus dan daerah dengan resiko penularan tinggi penyakit lumpuh layu tersebut. 

“Banyuwangi sekarang masih zero (nol) kasus polio, namun kita harus tetap waspada. Sub PIN Polio ini adalah salah satu upaya antisipasi,” ujarnya melalui sambungan virtual saat meluncurkan Sub PIN Polio di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Senin (15/1). 

Imunisasi polio sangat penting agar anak-anak tidak mengalami lumpuh layu. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bersifat menular.

Virus akan menyerang sistem saraf sehingga menyebabkan kesulitan bernafas, kelumpuhan otot, hingga kematian.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan, imunisasi polio masal dan serentak ini dilaksanakan sebagai respons kejadian luar biasa (KLB) kasus lumpuh layu akut atau Acute Flaccid Paralysis (AFP) yang saat ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Pamekasan, Klaten, Aceh. 

Di Banyuwangi, lanjut Amir, PIN dilaksanakan dengan pemberian imunisasi polio tetes kepada 174.237 sasaran anak usia 0 – 7 tahun.

Imunisasi dilakukan dalam dua putaran. Putaran 1 dilakukan pada 15-20 Januari dan putaran 2 di 19-24 Februari. 

“Vaksinasi diberikan kepada anak usia 0-7 tahun lebih 11 bulan. Masing-masing anak akan divaksin dua kali,” kata dia. 

Baca Juga: Lagi Asyik Beristirahat, Tukang Becak di Banyuwangi Ini Disambar Xenia Oleng

Di Banyuwangi, tempat pelaksanaan PIN dilakukan di semua SD, TK, PAUD, Posyandu, Puskesmas, RSUD, serta fasilitas layanan kesehatan lainnya.

“Tim vaksinator akan melakukan penyisiran seminggu setelahnya untuk menyisir anak-anak yang belum mendapatkan vaksin,” imbuh Amir. 

Amir meyakinkan, vaksin polio (nOPV2) yang bakal diberikan tersebut aman dan tidak menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang serius. 

“Vaksin polio ini aman. KIPI-nya ringan, berlangsung singkat, sembuh dengan atau tanpa pengobatan,” kata Amir. (tar/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kesehatan #polio #Imunisasi #banyuwangi #PIN POLIO