Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tim Medis RSUD Genteng Ajak Jaga Kesehatan dengan Deteksi Dini Kanker Paru

Agus Baihaqi • Selasa, 12 Desember 2023 | 18:45 WIB
PERAWATAN: dr Dian Retnowati SpP (K) melakukan pemeriksaan pasien untuk deteksi dini kanker paru.
PERAWATAN: dr Dian Retnowati SpP (K) melakukan pemeriksaan pasien untuk deteksi dini kanker paru.

RadarBanyuwangi.id – Kanker paru terjadi ketika sel di jaringan saluran napas (bronkus) mengalami perubahan yang membuat mereka tumbuh dan berkembang di luar kendali, dan membentuk benjolan atau tumor, serta mempunyai kemampuan untuk menyebar ke area tubuh lainnya (pleura, paru, otak, tulang, hepar, dan lainnya)

Berdasar data statistik dari Global Cancer Observatory (Globocan) 2020, angka kejadian kanker paru secara global berada pada peringkat kedua setelah kanker payudara.

Kasus baru kanker paru di Indonesia, menduduki peringkat ketiga setelah kanker payudara dan kanker serviks.

“Kanker paru juga menyumbang sepertiga dari seluruh kematian,” terang dr Dian Retnowati SpP (K), salah satu dokter spesialis pulmonologi dan respirasi RSUD Genteng.

Kanker paru, lanjut dia, tersering pada laki-laki dan kelima dari seluruh kanker pada perempuan. Kanker paru ini, terjadi saat pertumbuhan sel tidak terkontrol dalam jaringan paru.

“Rokok faktor risiko paling umum dari kanker paru,” ungkapnya.

Dian menyebut, skrining dilakukan jika belum ada gejala atau sehat. Untuk deteksi dini, jika sudah ada gejala respirasi ringan.

 Gejala respirasi seperti batuk kronik, batuk darah, sesak napas, nyeri dada yang tidak segera membaik dengan pengobatan.

Untuk gejala non-respirasi seperti berat badan turun, lemah, nafsu makan turun, demam hilang timbul serta gejala yang berhubungan dengan lesi metastasis, seperti suara serak, sakit kepala, kejang, lumpuh anggota gerak, nyeri tulang, timbul benjolan.

“Untuk meminimalisasi penyebaran kanker, perlu dilakukan deteksi dini dengan skrining,” ungkapnya.

Skrining diutamakan pada orang sehat atau belum ada gejala, usia 45 -71 tahun, perokok aktif, bekas perokok kurang dari 15 tahun, perokok pasif, dan mempunyai riwayat kanker paru dalam keluarga.

“Hindari rokok dan lakukan pemeriksaan. Ayo berobat ke RSUD Genteng,” cetusnya. (abi)

Editor : Ali Sodiqin
#serviks #Deteksi Dini #payudara #kanker #nafas #batuk #rokok