RadarBanyuwangi.id – Penyakit jantung koroner itu penyakit kronis karena tumpukan plak atherom pada pembuluh darah koroner.
Penumpukan plak selama bertahun-tahun, menyebabkan penyempitan dan bisa menimbulkan penyumbatan aliran darah ke otot jantung.
Pembuluh darah koroner akan tersumbat mendadak menyebabkan gejala rasa nyeri, sesak, dan ini disebut serangan jantung.
Penumpukan plak koroner, dihambat oleh obat-obatan penurun kolesterol dan dapat dibantu diet yang tepat.
Kolesterol ini kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL). Tapi, kolesterol juga diperlukan untuk pembentukan semua sel, hormon, pembentukan asam empedu, produksi vitamin D, fungsi otak, dan proteksi sel dari kerusakan oksidatif.
“Tidak semua lemak dihindari, lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda, sebaiknya dikonsumsi dengan jumlah yang cukup,” kata dokter spesialis jantung RSUD Genteng, dr Hidayanto Perdana SpJP.
Diet untuk menurunkan kolesterol, jelas dia, terutama menurunkan asupan gula dan karbohidrat. Nasi, minuman manis, dan roti, makanan jika dikonsumsi lebih dari kebutuhan akan menjadi lemak dan kolesterol.
“Gorengan selain mengandung lemak, kalorinya juga tinggi,” jelasnya.
Selain asupan karbohidrat dan lemak untuk menurunkan kadar kolesterol makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (jahat).
“Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL/high density lipoprotein) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL),” ungkapnya.
Sebelum mengubah pola makan, disarankan konsultasi dengan profesional atau ahli gizi.
Mengevaluasi pola makan dan merancang rencana makan sesuai kebutuhan spesifik, sangat mendukung dalam mencapai tujuan penurunan kolesterol.
“Ingin konsultasi dan mau cek kesehatan jantung, ayo datang ke poli jantung RSUD Genteng,” katanya. (abi)
Editor : Ali Sodiqin