RadarBanyuwangi.id – Tennis elbow adalah peradangan pada sendi siku bagian luar yang menyebabkan nyeri dan terkadang lemah pada tangan.
Kondisi ini akibat peradangan tendon di siku karena gerakan berulang-ulang. Nyeri akibat tennis elbow dapat mengganggu aktivitas dan bisa berlangsung lama.
Tennis elbow terjadi ketika salah satu otot di lengan bawah, extensor carpi radialis brevis (ECRB) mengalami kelemahan akibat penggunaan berulang.
Ketika dipakai berlebihan, otot ECRB bisa melemah dan tendon otot ini akan menerima tegangan berlebih.
“Lama-kelamaan tendon ini dapat mengalami peradangan. Inilah yang kemudian menyebabkan nyeri pada tennis elbow,” kata dr Yanuarningtyas SpAn dari Poli Nyeri RSUD Genteng.
Menurut dr Yanuarningtyas, gejala umum dirasakan penderita tennis elbow, nyeri di sisi luar siku yang menjalar hingga ke lengan bawah dan pergelangan tangan.
“Keluhan itu bermula dari nyeri ringan yang bisa memburuk seiring waktu dan berlangsung dalam waktu enam bulan hingga dua tahun,” ujarnya.
Nyeri pada tennis elbow dapat terjadi ketika mengangkat, menekuk, meluruskan lengan, berjabat tangan, menulis, menggenggam benda berukuran kecil, atau membuka tutup toples. “Perlu berhati-hati,” cetusnya.
Tennis elbow, jelas dia, jarang menyebabkan gangguan serius. Tapi jika dibiarkan tidak tertangani, gejalanya akan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penderita disarankan mengistirahatkan otot dan tendon area siku, serta mengompres area nyeri dengan kantong es.
“Jika dibutuhkan, pasien dapat mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen. Ini untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan,” ungkapnya.
Jika mengalami seperti tanda-tanda tennis elbow, segera periksakan ke poli nyeri RSUD Genteng.
Dengan visi terwujudnya poli nyeri yang unggul dan profesional, RSUD Genteng berkomitmen terus meningkatkan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat. (abi)
Editor : Ali Sodiqin