Jawa Pos Radar Banyuwangi – Osteoporosis (tulang keropos) sering terjadi pada lansia. Terutama pada perempuan yang sudah menopause atau sudah tidak mengalami menstruasi.
Tulang keropos biasanya ditandai dengan rasa nyeri pada tulang saat berjalan atau bergerak. Dalam kasus tertentu tulang bisa patah.
Staf Medis Rumah Sakit Al Huda (RSAH) dr. Dewi Mandasari menjelaskan, Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan tulang secara perlahan mengalami penurunan. Sehingga tulang menjadi lemah, rapuh, dan rentan patah.
Tulang merupakan jaringan hidup yang terus-menerus terpecah dan berganti baru. Di saat tersebut, bisa terjadi osteoporosis bila pembentukan tulang baru tidak mengikuti hilangnya tulang yang lama.
‘’Penyakit ini paling sering menyebabkan fraktur (patah tulang) di panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan,’’ ujarnya.
Sesungguhnya, kata Dewi, tulang keropos bisa diminimalkan dengan menjaga pola hidup sehat. Seperti rutin berolahraga atau aktif bergerak.
Olahraga seperti angkat beban bisa dilakukan, dengan menyesuaikan kekuatan tulang kita.
Hal ini dapat mendorong tubuh untuk memperbarui dan membuat sel-sel dalam tulang. Selain itu, dengan olahraga, kekuatan otot semakin kuat dan fleksibel atau lentur.
‘’Sehingga akan mengurangi risiko jatuh yang dapat mengakibatkan patah tulang,’’ imbuhnya.
Kemudian, konsumsi makanan bergizi seimbang. Khususnya yang mengandung cukup kalsium dan Vitamin D.
Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium seperti bayam, brokoli, tahu, dan lain-lain, maka tubuh tidak akan mengambil kalsium dari tulang saat membutuhkan.
Dengan menjalani gaya hidup sehat, kondisi tulang keropos di usia senja bisa diminimalkan, bahkan bisa dihindari.
‘’Masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait osteoporosis, bisa berkunjung ke klinik Ortopedi RSAH,’’ pungkasnya. (*/bay)
Editor : Ali Sodiqin