Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ini 5 Poin Kesehatan yang Dilakukan Banyuwangi, Dari Soal Stunting, Peluncurkan 1 Data hingga Mal Orang Sehat

Ayu Lestari • Kamis, 10 Agustus 2023 | 13:00 WIB
AGENDA RUTIN: Plt Kadinkes Amir Hidayat (kiri), Sekkab Mujiono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dwi Yanto bersama perwakilan peserta dalam kegiatan rakor di Kokoon Hotel, Selasa (8/8).
AGENDA RUTIN: Plt Kadinkes Amir Hidayat (kiri), Sekkab Mujiono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dwi Yanto bersama perwakilan peserta dalam kegiatan rakor di Kokoon Hotel, Selasa (8/8).

RadarBanyuwangi.id Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar rapat koordinasi (rakor) bidang kesehatan, Rabu (8/8).

Rakor tersebut disertai launching (peluncuran) inovasi Puskesmas Asuhan Spesialistik (PAS) dan satu data kesehatan.

Sekadar diketahui, satu data kesehatan mengintegrasikan sistem informasi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Pencatatan dan pelaporan dari puskesmas, rumah sakit, dan klinik menjadi satu kesatuan, lebih cepat, akurat, dan realtime.

Rakor digelar di ballroom Kokoon Hotel. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Mujiono mewakili Bupati Ipuk Fiestiandani.

Hadir pula seluruh unsur kesehatan seperti direktur rumah sakit, kepala puskesmas, semua dokter spesialis, serta organisasi profesi yang ada di Banyuwangi.

Sekkab Mujiono mengucapkan terima kasih atas semua upaya dan capaian pembangunan kesehatan di Banyuwangi.

Capaian tersebut menunjukkan kecenderungan membaik dari tahun ke tahun. Usia Harapan Hidup (UHH) Banyuwangi tahun 2022 yakni 71,06 tahun.

Angka tersebut meningkat dari tahun 2021 sebesar 70,72 tahun dan pada tahun 2020 sebesar 70,65 tahun.

”Lima poin bidang kesehatan yang saat ini perlu lebih diperkuat lagi adalah penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), stunting (tengkes), pencegahan dan penanganan tuberkulosis paru (TBC) serta penyakit katastrostropik lainnya,” papar Mujiono.

Dikatakan Mujiono, beberapa waktu yang lalu pemkab mendapat kesempatan berharga dengan mengundang langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Banyuwangi.

Menkes memaparkan enam pilar transformasi kesehatan di Indonesia.

Mujiono berharap, pilar satu transformasi layanan primer di puskesmas dan jaringannya, serta pilar dua terkait transformasi layanan rujukan pada seluruh rumah sakit, dapat segera dilaksanakan.

Seluruh puskesmas juga diminta menguatkan promosi dan edukasi kesehatan warga.

Mal orang sehat agar tetap dilaksanakan dengan fokus edukasi gizi seimbang, tidak merokok, sanitasi, dan sebagainya.

Selain itu, pencegahan primer berupa penambahan imunisasi rutin menjadi 14 antigen serta memulai kickoff imunisasi rotavirus untuk mencegah diare, khususnya pada bayi 2 sampai 4 bulan.

”Kami berharap beberapa langkah dan inovasi baru ini dapat segera dilaksanakan dan mendapat dukungan dari seluruh unsur, sehingga program yang akan diselenggarakan dapat berjalan optimal,” jelas Mujiono.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengungkapkan, saat ini tim OASE Kabinet Indonesia Maju (KIM) tengah menyiapkan intervensi percontohan untuk penurunan angka tengkes di Bumi Blambangan.

OASE KIM datang ke Banyuwangi dipimpin oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

OASE KIM memberikan bantuan dalam bentuk intervensi kepada 350 balita wasting dan underweight di beberapa kecamatan yang dianggap krusial kasus tengkes tersebut.

”Program ini akan segera dilaksanakan dan dipantau secara khusus. Jika berhasil, program akan diperluas ke seluruh kecamatan di Banyuwangi. Rencananya akan diperluas sebagai percontohan di beberapa wilayah di Indonesia,” kata Amir.

Amir berharap agar peningkatan jejaring dan integrasi layanan kesehatan lebih dikuatkan.

Sehingga, dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang komprehensif, promotif, preventif di puskesmas, dan kuratif rehabilitatif di rumah sakit.

”Peningkatan jejaring dan integrasi layanan juga berlaku untuk satu kesatuan layanan kesehatan dari hulu di puskesmas hingga hilir di rumah sakit,” tandasnya. (tar/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#menteri kesehatan #kesehatan #budi gunadi sadikin #rumah sakit #dokter #Tengkes #iriana jokowi #stunting #puskesmas