Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tim Prokes RSAH Edukasi Bahaya Narkoba dan Seks Bebas

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 25 Juli 2023 | 22:30 WIB
Tim PKRS: Dokter Artita dari RSAH memberikan penyuluhan bahaya narkoba dan seks bebas di Aula SMK 17 Agustus 1945 Genteng, pekan lalu (15/7).
Tim PKRS: Dokter Artita dari RSAH memberikan penyuluhan bahaya narkoba dan seks bebas di Aula SMK 17 Agustus 1945 Genteng, pekan lalu (15/7).

RadarBanyuwangi.id – Tim Promosi Kesehatan (Prokes) Rumah Sakit Al Huda (RSAH) memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas kepada siswa baru di SMK 17 Agustus 1945 Genteng, Sabtu lalu (15/7).

Dokter Try Artita dari RSAH didaulat menjadi pemateri. Dia menjelaskan, perkembangan teknologi yang pesat disertai akses pertemanan luas akan menimbulkan berbagai dampak bagi remaja. Baik dampak positif maupun negatif.

Dampak negatif di antaranya penyalahgunaan narkoba dan perilaku seks bebas. Hal yang dapat dilakukan agar remaja terhindar dampak buruk tersebut yaitu dengan memberikan pendidikan seksual yang benar serta informasi yang cukup akan bahaya narkoba.

”Dengan memahami pendidikan seksual yang benar, mereka akan memahami konsekuensi dan konsep menghargai diri yang dapat mencegah pergaulan bebas, aktivitas seksual yang tidak benar, dan terhindar dari perilaku seks bebas,” jelas Try.

Beberapa akibat buruk pergaulan bebas yaitu kehamilan tidak diinginkan, aborsi, pengangkatan rahim, bahkan bisa terjadi perdarahan hebat yang mengancam nyawa. Serta potensi tertular penyakit HIV/AIDS.

Akibat lainnya seperti gangguan mental, depresi pascamelahirkan, hingga hilangnya kepercayaan diri. Kemudian dampak bagi anak yang dilahirkan, yakni tidak mempunyai orang tua jelas. Dari segi sosial, mereka bisa putus sekolah, sulit mencari pekerjaan, bahkan bisa dikucilkan.

Sedangkan penyalahgunaan narkoba berdampak psikologis seperti mudah gelisah, malas, dan ceroboh saat bekerja. Dampak lainnya yakni sulit berkonsentrasi, hilang rasa percaya diri, suka mengkhayal, curiga berlebihan, emosi tidak stabil, ganas dan brutal, hingga menyebabkan gangguan kejiwaan.

”Kami mengajak seluruh orang tua, guru, khususnya remaja agar terus meningkatkan serta mempertebal iman dan takwa. Sehingga, dapat menjadi pribadi yang mempunyai prinsip dan berani mengatakan tidak terhadap bujuk, rayu, dan ajakan untuk melakukan hal menyimpang,” pungkas Try. (*/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#rs al huda #seksual #narkoba #pergaulan bebas #aborsi #rahim #putus sekolah #HIV/AIDS