RADAR BANYUWANGI – Penyakit jantung merupakan salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung (pembuluh darah koroner) tersumbat oleh zat lemak (plak), yang biasa dikenal dengan penyakit jantung koroner.
Apakah penyakit jantung koroner ini bisa kita deteksi? Bagaimana cara mendeteksinya sedini mungkin? Salah satu caranya dengan pemeriksaaan treadmill test.
Tujuan tes treadmill yaitu mendeteksi penyakit jantung koroner. Baik pada orang dengan keluhan nyeri dada (angina pektoris) maupun tidak. Pemeriksaan treadmill (exercise stress test) digunakan untuk menentukan seberapa baik jantung merespons selama aktivitas fisik. Pada pemeriksaan treadmill jantung, pasien akan berjalan di atas alat treadmill dimulai langkah lambat. Tubuh pasien akan terpasang elektroda yang dihubungkan dengan EKG.
Selanjutnya, pasien diberikan peningkatan kecepatan treadmill setiap tiga menit. Pemantauan dilakukan sepanjang proses, dengan mengamati tekanan darah, denyut jantung, dan EKG. Selanjutnya, treadmill akan diperlambat dan diturunkan bertahap hingga berhenti.
Dokter Spesialis jantung dr. NellyMulyaningsih SpJP (K)FIHA, FAsCC menjelaskan, jika seseorang sering mengalami gejala penyakit jantung seperti nyeri dada, detak jantung tidak teratur (aritmia), maupun pasien dengan faktor risiko seperti perokok, obesitas, dan hipertensi, disarankan melakukan pemeriksaan treadmill. Ini sebagai deteksi dini gangguan di pembuluh darah jantung.
Direktur RSUD Blambangan dr. H. Widji Lestariono MMKes menambahkan, treadmill test juga dapat dilakukan untuk membantu merencanakan olahraga yang aman bagi pasien risiko penyakit jantung. (*/bay)