Narasumber yang dihadirkan ada tiga. Yang pertama dokter spesialis penyakit dalam dr. Moch. Arwin Achijar SpPD FINASIM. Yang kedua adalah dokter orthopedic dr. Reza Muttaqien SpOT. Dan yang ketiga adalah dr. Putu Mentari Setyawati.
Ketua panitia seminar, dr. Eka Oktaviana Hirda menyampaikan, kegiatan sebagai upaya penguatan jejaring rujukan dan menyamakan persepsi tentang kondisi kegawatdaruratan dari puskesmas, klinik, dan dokter praktik mandiri.
Materi yang diberikan yakni mengenal lebih dekat tentang perdarahan saluran cerna bagian atas, emergency in orthoppaedic and traumatology, mini workshop application splinting casting in extremity, hingga kegawatdaruratan dengan kretiria BPJS Kesehatan. Ada pula materi terkait alur pelayanan pasien BPJS kesehatan di IGD RSIF Banyuwangi. Hadir dalam acara tersebut ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwanhgi dan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Banyuwangi.
Wakil Direktur Medis RSIF Banyuwangi, dr. Syahrul Akbar mengatakan, kegiatan ini sebagai bukti peran aktif RSIF sebagai rumah sakit mendukung program pemerintah. Terutama dalam memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat yang diwakili Faiz Fadholi menyampaikan terima kasih kepada RSIF, yang telah mengadakan seminar kesehatan tersebut. Apalagi, seminar ini melibatkan klinik dan puskesmas. ‘’Ke depan kami berharap, komunikasi dengan jejaring tetap terjalin baik. Demi meningkatkan layanan kesehatan di Banyuwangi,’’ tuturnya. (*/bay) Editor : Rahman Bayu Saksono