Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Masya Allah, Banyuwangi Ranking 4 Kasus HIV/AIDS di Jatim

AF Ichsan Rasyid • Rabu, 30 November 2022 | 14:33 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS. (Dok.JawaPos.com)
Ilustrasi HIV/AIDS. (Dok.JawaPos.com)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Banyuwangi patut terus diwaspadai. Betapa tidak, temuan kasus HIV/AIDS di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini masuk peringkat 4 besar se-Jatim setelah Surabaya, Sidoarjo, dan kabupaten tetangga, yakni Jember.

Tes HIV/AIDS di Banyuwangi telah dilakukan sejak tahun 1999 silam. Sejak saat itu, hingga akhir Oktober Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi telah menemukan angka kumulatif sejumlah 6.051 kasus.

Sebelumnya, di tahun 2021 temuan HIV/AIDS di wilayah Banyuwangi mencapai 447 kasus. Sedangkan di tahun berjalan alias tahun 2022, tepatnya sejak Januari sampai akhir Oktober, diketahui angka yang tercatat masih tergolong rendah, yaitu 428. Rinciannya, 30 persen kasus akibat pelanggan atau pengguna jasa layanan seksual komersial, 28 persen pasangan risiko tinggi, dan 25 persen LSL (lelaki seks lelaki).

Koordinator Fungsional Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Banyuwangi Yunus Setiawan mengatakan, total 428 kasus tersebut belum terhitung sepenuhnya. ”Karena masih ada beberapa bulan menuju akhir tahun. Harapannya, tidak melebihi angka dari tahun sebelumnya, tapi kami masih belum bisa memastikan,” ujarnya.

Namun, imbuh Yunus, setiap tahun penyakit HIV/AIDS di Banyuwangi selalu nyaris mencapai 500 atau 600 kasus. ”Penyandang HIV AIDS ini rata-rata di usia produktif, yakni 15 sampai 50 tahun. Khusus kasus pada usia 16 sampai 30 tahun mencapai 30,8 persen. Sedangkan tiap tahunnya tidak sedikit layanan untuk melakukan tes HIV, jadi yang tersaring menjadi HIV positif juga pasti meningkat,” ujarnya.

Menurut Yunus, kasus HIV/AIDS di Banyuwangi sudah mengalami penurunan dalam waktu lima tahun terakhir. ”Di tahun 2018 tercatat 647 kasus, 2019 terjadi sedikit penurunan mencapai 644 kasus, tahun 2020 dalam kondisi pandemi Covid-19 kami masih menemukan 530 kasus, terakhir tahun 2021 mencapai 447,” tuturnya.

Yunus mengungkapkan, temuan kasus HIV/AIDS juga berasal dari masyarakat Banyuwangi yang bekerja di luar kota. ”Ketika dia pulang dan tenaga kesehatan mengindikasi seseorang itu memiliki penyakit HIV, saat melakukan tes positif maka kasus semakin bertambah,” jelasnya.

Yunus menambahkan, dari 25 kecamatan di Banyuwangi, wilayah dengan angka ODHIV (Orang Dengan HIV) paling banyak yaitu Muncar, Banyuwangi, Rogojampi, Srono, dan Kalipuro. ”Pasien yang dinyatakan mengidap penyakit HIV setelah melakukan tes akan langsung mendapat pengobatan melalui layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP). Obat ARV yang diberikan kepada pasien secara tersebut gratis dan dikonsumsi seumur hidup,” pungkasnya. (cw5/sgt/c1) Editor : AF Ichsan Rasyid
#dinas kesehatan #Kasus Aktif #AIDS #HIV