Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berikan Ratusan Penghargaan, Banyuwangi Raih Kabupaten Sehat

Ali Sodiqin • Kamis, 17 November 2022 | 01:36 WIB
SEMARAK: Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dr Erwin Astha Triyono dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi stan pameran inovasi kesehatan di El Hotel Royale Banyuwang
SEMARAK: Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dr Erwin Astha Triyono dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi stan pameran inovasi kesehatan di El Hotel Royale Banyuwang
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-58 Provinsi Jawa Timur (Jatim) digeber di Banyuwangi kemarin (15/11). Tak hanya berlangsung semarak, acara yang dihelat di El Hotel Royale Banyuwangi tersebut juga bertabur penghargaan.

Sejumlah kabupaten/kota di provinsi paling timur Pulau Jawa mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam hal capaian layanan kesehatan yang telah dilakukan. Puluhan tenaga kesehatan teladan juga menerima penghargaan dalam puncak peringatan HKN Ke-58 yang mengusung tema ”Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku” tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim dr Erwin Astha Triyono mengatakan, rangkaian peringatan HKN Ke-58 ini sudah dimulai sejak 13 November 2022 melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang disosialisasikan di tiap kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Pada puncak peringatan HKN di Banyuwangi digelar pameran inovasi layanan kesehatan di halaman El Hotel Royale Banyuwangi HKN. Ada 30 institusi yang ikut ambil bagian dalam pameran, terdiri atas 15 institusi dari Pemprov, baik dari Dinas Kesehatan, Unit Pelaksana Teknis (UPT), maupun rumah sakit provinsi. Sedangkan 15 dari Pemkab Banyuwangi.

Erwin menjelaskan, pameran digelar untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa ada beragam inovasi layanan kesehatan oleh berbagai fasilitas kesehatan di Jawa Timur. Hal tersebut sesuai dengan penguatan enam pilar transformasi kesehatan sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Photo
Photo
PRESTISIUS: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima penghargaan sebagai Kabupaten Sehat dengan capaian imunisasi tambahan MR BIAN tercapai target lebih 95 persen pada perpanjangan satu di Jawa Timur. (RAMADA KUSUMA/ RABA)

Banyuwangi dipilih sebagai tempat pelaksanaan puncak peringatan HKN Ke-58 Provinsi Jatim karena kabupaten the Sunrise of Java ini merupakan salah satu ikon pariwisata di Jawa Timur. Dengan demikian, peringatan HKN di Banyuwangi diharapkan mampu mendorong jalannya program health tourism.

”Ikon inovasi layanan kesehatan dan menggabungkan layanan kesehatan dengan layanan non-kesehatan, yaitu wisata. Sehingga bisa bersaing dengan luar negeri. Inilah yang menjadikan alasan mengapa puncak HKN Ke-58 Provinsi Jatim ini digelar di Banyuwangi,” terang Erwin.

Puncak peringatan HKN ke-58 Provinsi Jatim ini juga diwarnai peluncuran (launching) aplikasi E-TIBI berbasis website. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan tenaga kesehatan dan masyarakat melakukan screening tuberkulosis secara mandiri (self assessment) baik secara aktif maupun pasif.

Dengan aplikasi E-TIBI, masyarakat bisa dengan mudah mengakses tanpa harus login terlebih dahulu. Selain itu, link aplikasi mudah disebarkan melalui media sosial, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dan masyarakat bisa langsung mengetahui status pemeriksaan (terduga/bukan terduga). ”Setelah mengetahui status pemeriksaannya, masyarakat terduga TBC diharapkan segera datang ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan,” tandas Erwin

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono menambahkan, semangat dalam HKN Ke-58 ini yakni memberikan yang terbaik untuk masyarakat agar tetap hidup sehat. Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan atas jasa dan dedikasi stakeholder, pemerintah kabupaten/kota, ormas keagamaan, dan individu yang telah berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan kesehatan masyarakat.

”Ada 102 penghargaan yang kami berikan. Ini menunjukkan partisipasi dari semua pihak baik pemerintah kabupaten/kota di Jatim dan semua elemen terhadap pentingnya derajat kesehatan masyarakat Jatim,” terangnya.

Adhy menegaskan bahwa indikator di bidang kesehatan di Jatim hampir semua cukup bagus. Namun, masih ada pekerjaan rumah (PR) di antaranya yakni angka kematian ibu (AKI) yang akselerasinya masih di bawah satu persen. Kemudian, stunting atau gizi buruk dan penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih belum bisa dinyatakan selesai.

Oleh karena itu, Pemprov Jatim melakukan upaya dan langkah-langkah inisiatif kolaboratif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. ”Kami sedang membangun layanan eksklusif, layanan berkualitas terbaik dengan pembelian alat-alat medis paling canggih yang tidak ada di Indonesia. Ini bagian komitmen kami sehingga tidak ada lagi orang yang berobat sampai ke luar negeri,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam puncak peringatan HKN Ke-58 ini, Kabupaten Banyuwangi mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten sehat dengan pencapaian imunisasi tambahan MR BIAN tercapai target lebih 95 persen pada perpanjangan satu di Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan oleh Sekda Provinsi Jatim Adhy Karyono kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (ddy/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin
#HKN #banyuwangi #Hari Kesehatan