Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Peringati HKN Ke-58, Dinkes Banyuwangi Fokus Peningkatan Mutu Kesehatan

Ali Sodiqin • Rabu, 16 November 2022 | 00:02 WIB
APRESIASI: Wabup Sugirah didampingi Plt Kepala Dinkes Amir Hidayat dan Sekkab Mujiono berfoto bersama insan dan lembaga kesehatan yang meraih penghargaan dari Pemkab Banyuwangi. (RAMADA KUSUMA/RaBa)
APRESIASI: Wabup Sugirah didampingi Plt Kepala Dinkes Amir Hidayat dan Sekkab Mujiono berfoto bersama insan dan lembaga kesehatan yang meraih penghargaan dari Pemkab Banyuwangi. (RAMADA KUSUMA/RaBa)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-58 Tahun 2022, Pemkab Banyuwangi melaksanakan upacara di halaman kantor Bupati Banyuwangi, Senin (14/11). Kegiatan tersebut dirangkai dengan pemberian penghargaan pada insan kesehatan dan penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah pihak.

Upacara yang dimulai pukul 07.00 hingga 08.00 tersebut berlangsung dengan khidmat. Petugas upacara terdiri dari para tenaga kesehatan (nakes) yang dipimpin oleh Wabup Sugirah. Tema yang diusung pada peringatan HKN tahun ini yaitu ”Bangkit Indonesia, Sehat Negeriku”.

Wabup Sugirah dalam amanat upacara mengatakan, tema tersebut menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, khususnya Kabupaten Banyuwangi. ”Tema yang diusung tahun ini menggambarkan kebangkitan, rasa optimisme, dan gotong royong masyarakat setelah pandemi,” ujarnya.

Sugirah mengucapkan terima kasih kepada seluruh nakes, organisasi profesi, dan seluruh pihak yang bekerja dalam dunia kesehatan. ”Pemkab Banyuwangi berterima kasih dan mengapresiasi seluruh pengabdian dan kerja keras para tenaga kesehatan yang terus berupaya meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Banyuwangi,” ucapnya.

Dalam sambutan tersebut, Sugirah memaparkan enam fokus pilar transformasi kesehatan yang digalakkan saat ini. ”Ada enam transformasi yang terus dipercepat. Antara lain, primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sumber daya manusia (SDM) yang terus ditingkatkan, dan teknologi kesehatan yang terus berkembang,” papar Sugirah.

Photo
Photo
MENGHIBUR DAN MENYEHATKAN: Puluhan mahasiswa Stikes Banyuwangi menampilkan tari senam dalam rangkaian Upacara Peringatan HKN Ke-58 di halaman kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (14/11). (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Dia berharap, dengan adanya enam fokus pilar transformasi tersebut dapat menjadikan dunia kesehatan di Banyuwangi menjadi lebih baik. ”Semoga HKN tahun ini memberikan semangat dan menjadikan bidang kesehatan di Indonesia, khususnya Banyuwangi lebih mumpuni dengan adanya enam pilar fokus transformasi tersebut,” tutur dia.

Menjelang akhir sesi upacara, peserta dihibur dengan penampilan ”tari senam” oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. Upacara ditutup dengan pemberian penghargaan dan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Banyuwangi dengan seluruh rumah sakit swasta di kabupaten the Sunrise of Java ini.

Wabup Sugirah memberikan langsung penghargaan untuk insan dunia kesehatan yang berjasa. Di antaranya untuk H Hariadi Sugito sebagai Kepala Dinas Kesehatan periode 2007 sampai 2012 sebagai pencetus Puskesmas Berhati MP3 dan Gemmas.

Selanjutnya, penghargaan untuk dr Juwana Sujuswa Njatasaputra sebagai pencetus Program Harga Pas dan Anak Tokcer. Sedangkan Kepala Puskesmas Sempu Hadi Kusairi mendapat penghargaan sebagai pencetus inovasi program Sakina sehingga angka kematian ibu bersalin mengalami penurunan.

Kepala Satpol PP Banyuwangi Wawan Yadmadi mendapat penghargaan sebagai kepala SKPD yang terbanyak mengerahkan anggota untuk penurunan stunting dan peningkatan vaksinasi Covid-19. Lalu, ada Camat Kabat Bibin Widyatmoko sebagai camat teraktif meningkatkan peran lintas sektor yang mendukung program bidang kesehatan.

Kades Gunoto mendapatkan penghargaan sebagai kepala desa yang berpartisipasi tinggi dalam menggerakkan masyarakat. Khususnya, dalam kegiatan pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan untuk kasus penurunan AKI dan AKB.

Penghargaan untuk tokoh masyarakat yang aktif di bidang kesehatan diberikan kepada Akhmad Sayuri dari Kecamatan Licin. Sedangkan almarhum dr H Kurnianto mendapat penghargaan sebagai dokter dengan kinerja luar biasa di masa pandemi.

Lebih lanjut, penghargaan untuk motivator bidan di desa diberikan kepada Sumiah Istondo yakni Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tahun 1988 sampai 1997. Tiga unit mobil ambulans diberikan kepada Puskesmas Sepanjang, Puskesmas Wongsorejo, dan Puskesmas Kertosari.

Di akhir sesi upacara, Wabup Sugirah menandatangani nota kesepahaman dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BPTKLPP Surabaya). Yakni tentang peningkatan tata laksana dan jejaring surveilans faktor risiko penyakit, surveilans faktor risiko lingkungan, dan lainnya.

Selain itu, Wabup Sugirah juga menandatangani nota kesepahaman tentang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan rumah sakit swasta di Banyuwangi. Yakni RS Al-Huda, RS Bhakti Husada, RS Graha Medika, RS Islam Fatimah, RS Yasmin, RS Bakti Mulia, RS PKU Muhammadiyah Rogojampi, RS Abdi Famili, dan RS Rahayu Medika. (cw4/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin
#Mutu Kesehatan #Dinkes Banyuwangi #HKN Ke-58