Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Festival Jenggirat Sehat, Dua RS Milik Pemkab Gandeng Grab

Gerda Sukarno Prayudha • Senin, 19 September 2022 | 16:16 WIB
Photo
Photo
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebanyak 60 tenaga kesehatan (nakes) dari dua rumah sakit (RS) milik pemkab, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan dan RSUD Genteng melakukan fashion show di depan Kantor Pos Banyuwangi Sabtu kemarin (17/9). Para nakes tersebut tengah meramaikan acara Festival Jenggirat Sehat Banyuwangi dengan tajuk “Healty Shoping”.

Acara tersebut merupakan upaya Pemkab melalui kolaborasi antara RSUD Blambangan, RSUD Genteng, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.

Photo
Photo
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, kolaborasi dan inovasi RS merupakan program yang bagus. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat terhadap kesehatan. “Acara ini sengaja di gelar di ruang publik agar masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis,” ujarnya.

Photo
Photo
Direktur RSUD Blambangan dr. Widji Lestariono menjelaskan, rangkaian Festival Jenggirat Sehat digelar selama dua hari dengan berbagai kegiatan. Mulai fashion show, layanan kesehatan gratis, donor darah, dan talk show. “Acara ini dilaksanakan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan, seperti pola makan, budaya hidup sehat, dan paham tentang penyakit tidak menular namun mematikan,” jelasnya.

Berbagai layanan kesehatan tersedia di acara itu, di antaranya skrining kesehatan, pemeriksaan lab sederhana, pemeriksaan jantung, treadmill, pemeriksaan tumbuh kembang anak, konsultasi gizi, akupuntur, dan layanan lainnya.

Di waktu yang bersamaan juga dilangsungkan penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Pemerintah Banyuwangi dengan PT. Grab Technology Indonesia. Tujuannya untuk memperlancar percepatan penanganan dan pelayanan kesehatan.

Photo
Photo
Untuk diketahui, sebelumnya Pemkab Banyuwangi telah memiliki program  kesehatan bernama “Gancang Aron” (Gugus Antisipasi Cegah Antrean Panjang Dengan Antar Obat ke Rumah Pasien) yang bermitra dengan Go-Jek.

Sementara itu, talk show turut meramaikan acara Festival Jenggirat Sehat. Kegiatan itu dilakukan dalam dua hari dengan narasumber yang berkompeten. Di hari pertama dengan materi deteksi dini penyakit jantung koroner diampu oleh dr. Nelly Mulyaningsih spesialis jantung dan materi penanganan awal pada penyakit stroke oleh dr. Firman Sanjaya spesialis saraf.

Kemudian dilanjutkan dengan materi penanganan nyeri pada sendi yang diampu oleh dr. Nyoman Yanuarningtyas dan materi terapi regenerasi sendi dari darah sendiri dengan pemateri dr. Ananta Naufal.

Di hari kedua, materi yang dijelaskan antara lain tentang Banyuwangi zero stunting dengan tatalaksana 1.000 hari awal kehidupan oleh dr. Muhammad Irvan Avandi. Lalu materi mengenal weight faltering, gagal tumbuh yang berisiko stunting oleh dr. Andri Kurnia Wahyudi.

Setelah itu, materi penanganan wasir tanpa operasi disampaikan oleh dr. Adith Filieanugraha dan materi terakhir tentang gangguan vitalitas pria akibat penyakit pada saluran kencing oleh dr. Muhammad Surya Negara.

Acara talk show Jenggirat Sehat diikuti oleh mahasiswa kesehatan dan tenaga kesehatan dari dari berbagai instansi kesehatan serta masyarakat umum lainnya.

Rafika, salah satu peserta talk show mengatakan program ini sangat mengedukasi masyarakat, terutama yang tidak paham akan gejala penyakit yang dialami. “Senang sekali bisa bergabung dalam diskusi kesehatan, bisa menambah pengetahuan dan wawasan,” ujar mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi tersebut. (cw2/sgt)

  Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#RSU #grab #Jenggirat Sehat