Acara tersebut merupakan upaya Pemkab melalui kolaborasi antara RSUD Blambangan, RSUD Genteng, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.
Berbagai layanan kesehatan tersedia di acara itu, di antaranya skrining kesehatan, pemeriksaan lab sederhana, pemeriksaan jantung, treadmill, pemeriksaan tumbuh kembang anak, konsultasi gizi, akupuntur, dan layanan lainnya.
Di waktu yang bersamaan juga dilangsungkan penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Pemerintah Banyuwangi dengan PT. Grab Technology Indonesia. Tujuannya untuk memperlancar percepatan penanganan dan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, talk show turut meramaikan acara Festival Jenggirat Sehat. Kegiatan itu dilakukan dalam dua hari dengan narasumber yang berkompeten. Di hari pertama dengan materi deteksi dini penyakit jantung koroner diampu oleh dr. Nelly Mulyaningsih spesialis jantung dan materi penanganan awal pada penyakit stroke oleh dr. Firman Sanjaya spesialis saraf.
Kemudian dilanjutkan dengan materi penanganan nyeri pada sendi yang diampu oleh dr. Nyoman Yanuarningtyas dan materi terapi regenerasi sendi dari darah sendiri dengan pemateri dr. Ananta Naufal.
Di hari kedua, materi yang dijelaskan antara lain tentang Banyuwangi zero stunting dengan tatalaksana 1.000 hari awal kehidupan oleh dr. Muhammad Irvan Avandi. Lalu materi mengenal weight faltering, gagal tumbuh yang berisiko stunting oleh dr. Andri Kurnia Wahyudi.
Setelah itu, materi penanganan wasir tanpa operasi disampaikan oleh dr. Adith Filieanugraha dan materi terakhir tentang gangguan vitalitas pria akibat penyakit pada saluran kencing oleh dr. Muhammad Surya Negara.
Acara talk show Jenggirat Sehat diikuti oleh mahasiswa kesehatan dan tenaga kesehatan dari dari berbagai instansi kesehatan serta masyarakat umum lainnya.
Rafika, salah satu peserta talk show mengatakan program ini sangat mengedukasi masyarakat, terutama yang tidak paham akan gejala penyakit yang dialami. “Senang sekali bisa bergabung dalam diskusi kesehatan, bisa menambah pengetahuan dan wawasan,” ujar mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi tersebut. (cw2/sgt)
Editor : Gerda Sukarno Prayudha