Dokter Yoan Ary Wydianti SpM, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Mata di RSAH menjelaskan, dalam operasi ini katarak dihancurkan dengan gelombang ultrasonik menjadi fragmen kecil, lalu dihisap melalui sebuah probe sebesar pensil. Selanjutnya, dilakukan pemasangan lensa tanam sesuai dengan ukuran refraksi pasien.
Setelah operasi, pasien bisa langsung pulang tanpa perlu rawat inap lanjutan. Berbeda dengan teknik lama, fakoemulsifikasi membuat fungsi penglihatan menjadi lebih baik, penyembuhan lebih cepat, serta reaksi peradangan pascaoperasi berkurang. Selain itu, dapat mengurangi pembengkakan kornea mata, mengurangi terjadinya katarak sekunder pada kapsul lensa, danluka operasi kecil tersamar tidak terlihat.
Seperti yang disampaikan Sa’adah yang melakukan operasi beberapa waktu lalu. Saat itu, keluarga heran karena setelah operasi, mata tidak perlu dibalut. Dua hari kemudiaan, saat kontrol, Sa’adah menyampaikan bahwa dia sudah bisa membaca tulisan Alquran dengan jelas.
Fakoemulsifikasi menjadi pilihan terbaik saat ini dan memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan operasi katarak teknik lama. Selain melayani pasien umum, Klinik Spesialis Mata RSAHuda juga melayani pasien BPJS Kesehatan. Bagi masyarakat yang membutuhkan dapat menghubungi Klinik Spesialis Mata RSAH di Jalan Raya Gambiran 225, Gambiran, Banyuwangi. (*/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono