Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bayi Berbobot 3,6 Kg Lahir Normal pada 17, Diberi Nama Mohamad Arfan Abqory

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 18 Agustus 2022 | 21:05 WIB
Evi Fitnaningtyas didampingi suaminya, Yuliyanto, menggendong bayinya yang diberi nama Mohamad Arfan Abqory. Selama dalam perawatan di Klinik Firdaus Desa Banjarsari, bayi tersebut tidak rewel.   (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
Evi Fitnaningtyas didampingi suaminya, Yuliyanto, menggendong bayinya yang diberi nama Mohamad Arfan Abqory. Selama dalam perawatan di Klinik Firdaus Desa Banjarsari, bayi tersebut tidak rewel.   (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
GLAGAH, Radar Banyuwangi – Seorang bayi laki-laki berbobot 3,6 kilogram lahir tepat pada tanggal 17 Agustus di Klinik Firdaus, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Bayi yang lahir dengan persalinan normal itu menjadi salah satu bayi yang lahir tepat pada HUT Kemerdekaan RI.

Anak pasangan suami istri Yuliyanto, 25, dan Evi Fitnaningtyas, 24, itu sebenarnya nyaris lahir pada 16 Agustus. Pemilik Klinik Firdaus, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, Nanik Ruliyati mengatakan, ibu dari bayi sudah merasakan kontraksi sejak Selasa pagi (16/8). Namun setelah diperiksa, ternyata belum ada pembukaan.

Pukul 14.00, ibu bayi kembali diperiksa, tetapi masih pembukaan dua. Setelah beberapa kali diperiksa, rupanya sang ibu baru mengalami pembukaan sempurna pukul 23.05. Secara teori, bayi biasanya akan lahir 30 menit setelah pembukaan sempurna.

Seolah menanti tanggal 17 Agustus, bayi yang diberi nama Mohamad Arfan Abqory itu lahir satu jam kemudian. Yaitu, tepat pukul 00.05 tanggal 17 Agustus. Bayi laki-laki itu lahir dengan bobot 3,6 kilogram dan panjang 52 sentimeter.

Lahir dalam kondisi sehat, bayi itu langsung dibawa pulang enam jam setelah proses kelahiran. ”Bayinya cukup besar. Ini anak pertama dari pasangan suami istri Yulianto dan Evi Fitnaningtyas. Ibu dan bayi semuanya sehat,” kata Nanik.

Ditemui di rumahnya Lingkungan Porong, Kelurahan Boyolangu, Yuliyanto menceritakan,  hari perkiraan lahir (PHL) putranya diperkirakan tepat tanggal 17 Agustus. Namun, kontraksi yang dialami istrinya sempat membuatnya berpikir anak pertamanya itu tidak akan lahir tepat pada hari Kemerdekaan ke-77 RI.

Begitu melewati pukul 00.00 dan masuk tanggal 17 Agustus, Yuliyanto mengaku senang. Memang jarang sekali ada bayi yang bisa lahir di tanggal istimewa tersebut. ”Kalau nama bayi sudah saya siapkan jauh hari sebelumnya, yang penting artinya baik. Saya sudah bahagia ditambah lahir tepat 17 Agustus,” ujar karyawan percetakan itu. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Bayi Kemerdekaan #hut ri #agustusan