Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Genteng Kulon, dr. Yos Hermawan itu diikuti oleh 30 orang dari Desa Genteng Kulon, Desa Setail, dan Desa Kaligondo. “Kita terus menekan stunting,” cetus dr. Yos Hermawan.
Menurut dr. Yos, dengan melakukan sosialisasi PMA secara rutin setiap bulan, bisa menurunkan jumlah stunting di wilayah kerja Puskesmas Genteng Kulon yang meliputi Desa Genteng Kulon, Desa Setail, dan Desa Kaligondo. “Stunting ini persoalan penting,” terangnya.
Yos menyebut jumlah stunting di wilayah kerjanya itu sebelumnya ada 55 anak, dan kini turun menjadi 12 anak. Semua itu, berkat sosialisasi yang gencar dilakukan dengan menekankan pentingnya memberikan asupan gizi pada anak. Dalam sosialisasi itu, memberikan pemahaman kepada para ibu akan pentingnya asupan gizi pada ibu hamil maupun bayi. “Intinya saat masih balita, harus diutamakan memberikan ASI, pada bayi tanpa campuran apapun atau asi eksklusif,” terangnya.
Saat bayi lahir, jelas dia, ibunya harus melakukan langkah inisiasi menyusui dini, yang artinya bayi harus segera diberikan ASI sesegera mungkin. Saat akan menyusui, bayi dibiarkan mencari sendiri puting ibunya, dan jangan langsung disodorkan pada mulut bayi. “Ini untuk membangun kontak antara sang bayi dan ibu, semua untuk kesehatan bayi agar bisa tumbuh secara normal,” ujarnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi