Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Klinik Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSAH Buka Sampai Malam

Rahman Bayu Saksono • Rabu, 29 Juni 2022 | 21:07 WIB
BANYAK: Empat dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang melayani pasien di RS Al Huda, Gambiran, Banyuwangi. (RS Al Huda for Radar Banyuwangi)
BANYAK: Empat dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang melayani pasien di RS Al Huda, Gambiran, Banyuwangi. (RS Al Huda for Radar Banyuwangi)
GAMBIRAN, Radar Banyuwangi Rumah Sakit Al Huda (RSAH) terus berupaya meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan membuka layanan klinik spesialis kebidanan dan kandungan sampai malam hari.

Manajer Pelayanan Medis RSAH dr Suryadinata menjelaskan, Klinik Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RSAH digawangi oleh empat dokter spesialis. Mereka adalah dr M. Novan Affandy SpOG, dr Wasilul Haq SpOG, dr Heru Purnomo Setiawan SpOG, dan yang teranyar bergabung adalah dr Kamalia Hasanah SpOG. Untuk hari Senin, Rabu, dan Kamis, klinik spesialis kebidanan dan kandungan buka mulai pukul 06.00. Sedangkan hari lainnya, klinik tersebut buka mulai pukul 10.00. Khusus hari Sabtu, klinik buka sampai pukul 12.00.

Sementara itu, dr Heru Purnomo Setiawan SpOG mengatakan, klinik spesialis kebidanan dan kandungan di RSAH melayani pemeriksaan ibu di masa kehamilan (antenatal care) dan pasca-melahirkan (postnatal care). Hal ini untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu saat kehamilan. Selain itu, untuk menghindari risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan. ”Serta mempersiapkan ibu untuk masa nifas dan pemberian ASI eksklusif,” ujarnya.

Menurut Heru, bila seorang ibu rutin memeriksakan kesehatannya selama masa kehamilan, maka akan mengurangi terjadinya risiko saat kehamilan dan pasca-melahirkan. Misalnya risiko komplikasi obstetrik selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (postpartum), juga perdarahan postpartum yang menyebabkan kehilangan darah lebih dari satu liter. ”Karena kehilangan darah sebanyak itu yang bisa berakibat fatal, seperti meninggalnya ibu dan anak,” jlentrehnya.

Bagi ibu hamil sangat disarankan memeriksakan kehamilannya secara komprehensif dan berkualitas, sedikitnya empat kali selama masa kehamilan. Satu kali pada tiga bulan pertama (trimester pertama). Selanjutnya, satu kali pada tiga bulan kedua (trimester kedua), dan dua kali pada tiga bulan terakhir (trimester ketiga). Dengan begitu, diharapkan perkembangan ibu hamil selalu terpantau dengan baik. Sehingga diperoleh kualitas hidup ibu dan bayi yang lebih baik. ”Serta terhindar dari risiko perdarahan dan komplikasi lain yang membahayakan” pungkas Heru. (*/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#rs al huda #kandungan #rsah #kebidanan #Klinik Spesialis