Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siapkan Persalinan dengan Aman dan Terencana

Rahman Bayu Saksono • Rabu, 15 Juni 2022 | 19:01 WIB
MENYELURUH: Dokter spesialis obgyn melakukan konseling persiapan persalinan kepada pasien di RSUD Blambangan. (Virna for Radar Banyuwangi)
MENYELURUH: Dokter spesialis obgyn melakukan konseling persiapan persalinan kepada pasien di RSUD Blambangan. (Virna for Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI - Kelahiran buah hati menjadi peristiwa istimewa bagi pasangan suami istri, bahkan menjadi momen yang dinantikan. Karena itu, calon ibu dan pasangan perlu melakukan persiapan sejak awal kehamilan.

Ibu hamil harus mengonsumsi makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan janinnya. Ibu hamil juga sebaiknya melakukan gerakan-gerakan kecil untuk melemaskan otot-otot tubuh dan memperlancar peredaran darah, dengan cara senam hamil.

Sementara itu, persalinan biasanya dilakukan pada usia kehamilan 38 hingga 40 minggu. Selain persiapan nutrisi dan kesehatan fisik, persiapan mental menjadi hal penting dalam kelancaran proses persalinan. Rasa cemas, ketakutan, dan lingkungan yang tidak nyaman akan mempengaruhi pikiran ibu hamil dalam menjalani proses persalinan.

Sebaliknya, perasaan tenang, damai, lingkungan aman dan nyaman, serta rasa percaya diri akan memperlancar persalinan. Perasaan yang demikian dapat terwujud bila ada dukungan dari orang sekitar, terlebih dukungan dari pasangan. Karena itu, sebaiknya suami mendampingi istri pada saat proses persalinan.

Selain mempersiapkan diri, ibu hamil perlu mempersiapkan barang yang akan dibawa ke fasilitas kesehatan tempat melahirkan. Barang tersebut meliputi baju ganti minimal empat buah, disarankan baju dengan kancing depan untuk memudahkan ibu saat menyusui. Perlu juga gurita ibu minimal empat buah, sarung atau kain panjang minimal empat buah, baju bayi, obat-obatan atau vitamin dari dokter kandungan atau bidan. Tak ketinggalan, dokumen penting seperti kartu identitas, kartu asuransi, buku pemeriksaan kehamilan, dan bila ada bawa juga hasil pemeriksaan laboratorium.

Sementara itu, RSUD Blambangan melayani ibu hamil baik dengan risiko tinggi atau pun tidak di poli kandungan. Ada empat dokter spesialis kandungan. Salah satunya dokter konsultan kandungan fetomaternal.

Sejauh ini, kerja sama dengan mitra bidan di wilayah untuk skrining ibu hamil dengan risiko tinggi terjalin baik. Skrining ibu hamil sejak dini dapat menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Banyuwangi.

Direktur RSUD Blambangan dr. H. Widji Lestariono MMKes menambahkan, ibu bersalin sebaiknya mengikuti anjuran dokter kandungan atau bidan. Hal ini karena dokter kandungan atau bidan yang paling mengerti kondisi serta kebutuhan mereka selama proses persalinan dan kelahiran. Kontak lebih awal dengan petugas kesehatan dan dengan dokter SPOG, maka persiapan persalinan akan lebih aman dan terkendali. ‘’Bagi yang sedang menantikan kelahiran buah hati, semoga dapat melakukan persiapan dengan baik. Semoga proses persalinan dan kelahiran berjalan lancar dan aman,’’ ujar lelaki yang akrab disapa dokter Rio itu. (*/bay) Editor : Rahman Bayu Saksono
#buah hati #rsud blambangan #kelahiran #persiapan kehamilan #poli kandungan #persalinan