Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

505 Balita di Songgon Menderita Stunting

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 8 Juni 2022 | 19:32 WIB
TURBA: Tim TP PKK turun ke ibu hamil resiko tinggi untuk melakukan pendampingan di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Senin (6/6) lalu. (Aries Prasetyanto for Radar Genteng)
TURBA: Tim TP PKK turun ke ibu hamil resiko tinggi untuk melakukan pendampingan di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Senin (6/6) lalu. (Aries Prasetyanto for Radar Genteng)

SONGGON, Radar Genteng – Kasus stunting, menjadi perhatian khusus di Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Sebab, setahun ini di wilayah itu ada sekitar 505 anak yang mengalami stunting alias kondisi gagal tumbuh kembang akibat kekurangan gizi, Senin (6/6).

Sebanyak 505 kasus stunting pada balita di Kecamatan Songgon itu, sudah menurun di banding 2019 yang mencapai 595 kasus. “Ini sudah menurun di banding tahun-tahun sebelumnya. Selama pandemic kita juga tidak menimbang balita,” kata Kepala Puskesmas Songgon, Aries Prasetyanto.

Dengan jumlah balita yang mengalami stunting itu, terang dia, Kecamatan Songgon dalam kasus stunting menjadi wilayah yang tergolong tinggi di Kabupaten Banyuwangi. “Kami optimistis jumlah itu akan terus turun,” katanya.

Salah satu cara yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting itu, masih kata dia, meningkatkan sosialisasi dan pendampingan terhadap ibu hamil yang ada di wilayahnya. “Targetnya pada Agustus 2022 turun hingga 50 persen,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Untuk bisa memenuhi target itu, kata Aries, Puskesmas Songgon membuat program yang disinergikan dengan pihak lain seperti Forpimka, para kepala desa, dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). “Kami punya program namanya Chating alias Cara Hebat Atasi Stunting,” cetusnya.

Kegiatan chating, kata Aries, tindakan preventif terjadinya stunting pada balita, meliputi pembagian tablet tambah darah untuk ibu hamil (bumil), dan pendampingan pada bumil. “Yang paling getol turun ke lapangan untuk pendampingan ya TP PKK,” sebutnya.

Selain itu, lanjut dia, program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk bumil dan balita juga dilakukan demi menekan angka stunting di daerahnya. “Itu dibantu oleh lintas sektor,” katanya. (sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#pkk #ibu hamil #bumil #balita #stunting